Sunday, September 29, 2013

He has a good sense of humor

Jadi, pagi ini aku bangun jam 9 karena malem sebelumnya habis party-party di Delayota gitu ;;) Bangun-bangun langsung makan bubur ketan hitam dan seperti biasa, setelah makan nyari-nyari cemilan dulu di kulkas. Eeh ternyata kulkas kosong-song, aku ga nemuin apapun yang bisa dimakan disitu. Terus aku rada ngambek soalnya aku selalu butuh sesuatu buat dikunyah; kapanpun, dimanapun, saat apapun. Dan bunda bilang, nanti ke Indomaret aja sama ayah, biar dibeliin snack sama ayah, soalnya bunda mau nengok tetangga di rumah sakit. Oke, aku jawab gitu.

Akhirnya aku sama ayah ke Indomaret agak siangan lah, sekalian ayah mau cari soda api buat wastafel yang mampet. Di Indomaret aku beli lumayan banyak snack & cokelat, dan aku senang sekali hehehehehehe eh ternyata ayah juga pengen beli sesuatu jadi ayah beli roti tawar dua bungkus sekaligus karena ayah suka banget ngemil roti tawar.

Sampe rumah, ternyata bunda udah pulang dari rumah sakit dan bawa........ banyak roti dari Parsley. Haduh haduh, tadi bingung ngga ada cemilan, sekarang bingung saking banyaknya cemilan :))

Pas rada maleman, dateng orang ke rumah. Dia ini orang yang ngontrak rumahnya eyang di Jakal, dan dia mau ngmebaliin kunci sambil pamit. Eh sebelum pamit mas-nya ini ngasih dua kotak roti: roti mandarin & lapis legit. *hening, super hening*

Aku cuma bisa mikir dan ngomong sama Tuhan, betapa Tuhan tuh baiiiik banget. Sekaligus lucu banget, he has a good sense of humor; kok ya ngasihnya baru sekarang dan sekaligus banyaaaak -_- Tadi kami ngga punya makanan dan sekarang kami punya cukup banyak persediaan buat seminggu :') Lalu aku sama bunda mikir, Tuhan udah sebaik ini sampai kami berkelimpahan, dan kami ngga mungkin ngabisin makanan-makanan ini sendirian.

Jadi setelah si tamu pergi, bunda mengiris-iris dua kotak roti itu dan aku masuk-masukin masing-masing 2 potong roti ke sebuah plastik. Aku sama bunda mau membagi separuh dari roti-roti tadi buat orang-orang membutuhkan yang kami temui setiap hari di jalan. Kami terinspirasi dari sebuah gerakan yang mewajibkan anggotanya untuk berbagi dengan cara selalu membawa dua kotak susu cair kemanapun kita pergi, dan memberikannya pada anak-anak jalanan.

Itulah bentuk rasa syukur kami! :)






status mba Whied, pas banget ;)

Thursday, September 19, 2013

Public Transportation

Jadi... udah baca berita? Tentang mobil murah? ;)
Mari (tanpa sebut merk atau nama) kita bahas isu menarik ini (at least menurutku) :3

INDONESIA : 
Menteri Perindustrian MS Hidayat mengklaim bahwa LGCC ditujukan bagi kalangan menengah ke bawah. Menurut Hidayat, tak ada salahnya jika rakyat ekonomi lemah punya mobil jenis ini. Ia pun sempat berseloroh, Indonesia sudah merdeka 68 tahun, kenapa rakyat miskin tak juga boleh beli mobil. "Kasih tahu Pak Jokowi, ini juga ditujukan kepada rakyat yang berpenghasilan kecil dan menengah, rakyat yang mencintai dia juga. Harus diberikan kesempatan kepada rakyat kecil yang mencintai Pak Jokowi untuk bisa membeli mobil murah," imbuh Hidayat.

KOLOMBIA :
Enrique Penalosa, Wali Kota Bogota periode 1998-2001. "Kota yang maju bukan dilihat dari kondisi bahwa orang miskin dapat membeli mobil, melainkan ketika orang kayanya menggunakan transportasi publik," lugas politisi Partai Hijau Kolombia ini. Di era kepemimpinan Penalosa pula-lah, sistem bus rapid transit (BRT) Trans Millenio dibangun. Juga pada masa kepemimpinan Penalosa, pada setiap Minggu pagi, 120 kilometer jalan raya di Bogota ditutup untuk kendaraan bermotor. Pada hari itu, jalanan adalah untuk pejalan kaki, pengguna sepeda, dan aktivitas selain kendaraan bermotor.
kompas.com

Haha ya gitu deh, sekarang emang jamannya kalo-ngomong-nggak-dipikir-dulu. Pantes rakyat kita pada males naik transportasi massal, alesannya bejibun: panas, sumpek, macet, bau ketek orang (?), dst dst.. lha wong pemimpinnya aja ngomong kaya gitu? Nek nggak bisa memberi contoh, nggak usah jadi pemimpin. Apalagi mentri #prinsip
Tau nggak pak, asal transportasi umum disini nyaman, enak, bersih, murah, aman, dan terawat, pasti banyak kok masyarakat yang pindah ke transportasi publik.
Macet? Berkurang.
Pendapatan daerah? Bertambah.
Akses dan mobilitas masyarakat? Jadi makin mudah.
Pekerjaan polisi? Jadi lebih ringan.
Semua senang, bukan ^^

Merembet ke permasalahan di samping transportasi massal: etika berlalu lintas. Siapa yang masih suka melanggar marka? Mengendarai motor di atas trotoar? Jalan sebelum detik ke-0 dan berhenti setelah detik ke-0? Payah! Kebalik woy -_- Buat yang suka ngelanggar, aku mau nanya. Pasti kalian salah satu dari pilihan ini kan:

  1. SIM nembak
  2. Belom punya SIM
Bener nggak? Haduh.

Selain itu... emm apalagi ya. Oh iya! Stop mengkritik pak polisi -_- Kasian tauuuuk, udah panas-panasan di jalan (buat yang polantas), eh masih disuruh ngurusin kendaraan & masyarakat Indonesia yang nggak tertib. Padahal jumlahnya nggak sebanding, polisi tuh cuma berapa... Masalah tertib nggak tertib itu urusan pribadi sih ya, dan urusan akhirat juga. Pokoknya dipertanggungjawabkan nanti di belakang kan. Kok ya bisa-bisanya, mau tertib aja harus diingetin sama pak polisi? Ditilang pake marah-marah? Kalo kamu bener, kamu ga akan ditilang. Harusnya yang marah pak polisi, bukan kamu!

Buat yang belom punya SIM tapi naik kendaraan dan kejaring pak polisi, taruhan yuk. Pasti pak polisi lagi yang disalahin. Lha tanggung jawab orangtua kemana? Anaknya orangtua apa anaknya polisi sih? Ntar nek anaknya kecelakaan, pak polisi lagi yang disalahin. Padahal yang ngasih izin buat ngendarain motor siapa? Kan orangtuanya! Nggak mau rugi banget sih -_-

Sedih ya, kok tanah air tercinta jadi kaya gini.
Tapi masih ada kesempatan kok buat memperbaiki yang rusak, menambal yang bocor, merekatkan koyak disana-sini. Demi Indonesia yang lebih baik, kenapa enggak? :)