Posts

Showing posts from 2014
Image
Kadang kita menyebutnya bukan kepura-puraan. Kita hanya berusaha menjadi dewasa dan menempatkan diri sebagaimana mestinya. Kebahagiaan sesuai porsinya, kesedihan sesuai takarannya, kesuksesan sesuai hakikatnya.
Tapi di samping sikap profesional dan manajemen perasaan yang baik, jauh lebih menyenangkan menjadi anak kecil, sepertinya. Tanpa kepura-puraan, melakukan hal apapun tanpa terbebani, tanpa memikirkan mana saja yang boleh dan tidak boleh. Bahagia adalah bahagia, titik.
Namun semestinya kita sadar. Tak selamanya kita menjadi anak kecil, yang duduk diam dalam satu waktu. Waktu terus berjalan dan kepiawaian kita menata hati diuji. Kapan saatnya kita bekerja keras dan kapan saatnya kita meregangkan diri... belajarlah membedakan.Saya masih butuh waktu dan NIAT untuk melakukannya.
Image
Puyeng deh kalo liat ada kesalahan apa-apa, nudingnya pasti ke pemerintah. Padahal gini, dinalar aja. Negara kita tuh luas banget, Sabang sampe Merauke, kalo mereka yang di atas aja yang majuin, kapan kelarnya? Ya kita jadi rakyat juga bantu, jangan cuma nuntut-nuntut mulu. Iya sih gaji mereka dari pajak kita, tapi negara ini jelas lebih butuh banyak aksi dari rakyatnya.
Coba kalo kita majuin negara ini sama-sama, di berbagai sektor, sesuai kemampuan masing-masing. Pelajar ya belajar bener ga usah demo-demo, biar indeks prestasinya bagus dan menghasilkan generasi muda berkualitas. Ibu-ibu rumah tangga ya menciptakan atmosfer lingkungan rumah yang baik. Bumbu dapur tanem sendiri, pake bahan organik selalu buat meminimalisir penyakit, masak di rumah aja biar hemat, kurangin nonton infotainment dan berita-berita kriminal. Yang berkarier atau profesional ya kerjanya pake hati, pake cinta, jujur, ga boleh pamrih.
Kalo rakyat kita semua mindset dan auranya positif, ga perlu lagi kok nuntut…

selamat hari guru 2014

Sedikit cerita lagi tentang impian masa kecil saya, tapi berbeda dengan cita-cita menjadi demonstran, cita-cita yang ini masih keukeuh bertahan di hati saya sejak kecil.Bertemu dengan banyak orang dalam hidup, saya maknai bukan sebagai sebuah kebetulan. Dan orang-orang ini, adalah bagian terbaik dari hidup saya, membentuk karakter dan pemahaman saya tentang hidup. Mereka ambil bagian dalam mencetak generasi penerus yang cemerlang, dan saya percaya: mereka lebih dari sekedar pahlawan tanpa tanda jasa.Guru, dalam Bahasa Sansekerta, berarti penghancur kegelapan.Butet Manurung adalah idola saya sepanjang zaman, saya mengenalnya ketika membaca majalah Bobo sewaktu SD. Realita mengantarkan Butet untuk mengajar anak-anak Suku Anak Dalam, dan ini membuka mata saya bahwa bukan hanya anak-anak di kota saja yang memerlukan pendidikan, tapi juga mereka yang tinggal di pelosok negeri.Pun juga Anies Baswedan & Ki Hajar Dewantara. Kejujuran yang diajarkan oleh Kak Anies dan konsep nguwongke uwon…

renungan macet

Sedikit teringat pada suatu masa ketika saya masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanan, seorang ibu guru bertanya mengenai cita-cita saya di masa depan, dan tanpa ragu saya menjawab, "Jadi mahasiswa! Biar bisa demo!"Dua belas tahun berlalu, cinta saya pada tanah air semakin menguat, dan Soe Hok Gie akan selalu jadi inspirasi saya sampai kapanpun. Tapi sepertinya impian masa kecil saya untuk menjadi seorang mahasiswa pendemo tidak akan dan tidak mau saya wujudkan karena kedewasaan menuntut saya untuk memberi solusi nyata dan menjadi seorang wirausaha muda adalah salah satu jalannya.Jadilah terang saat yang lain masih sibuk merutuki kegelapan. Jadilah pembeda saat yang lain masih menolak dan malu-malu jadi inspirasi. Karena yang terbaik adalah menjadi bagian dari perubahan, bukan menuntut perubahan.*tulisan singkat di tengah-tengah kemacetan Jogja karena demo anti kenaikan harga BBM*

why we should love and respect ourselves first

Image
People commonly say, "Respect others, help others, love others. These are the keys taht unlock our soul".
But my mom teaches me to respect, help, and love myself first for everything that I am. Because if you don't love yourself, how can you expect someone else to?
Buddha said, "You, yourself, as much as anybody in the entire universe, deserve your love and affection. If you truly loved yourself, you could never hurt another".
And btw while I'm writing this blog post, I also wait for the newest book of Dewi Lestari titled "Gelombang", which is the newest sequel of Supernova.
And I'm trying to hold on with these sniffles.




sore ini, saya berbicara tentang keyakinan

Image
sore ini, saat ini,
saya duduk di samping jendela di Snap Cafe dengan segelas Vanilla Oreo, french fries, dan fruit salad. menunggu rere untuk ketemu setelah saya melewatkan pesta ulang tahunnya minggu lalu.

sore ini, saat ini,
saya tiba-tiba teringat sesuatu. beberapa waktu lalu, saya sempat bertanya pada beberapa teman melalui social media ask.fm tentang perbedaan agama dalam menjalin hubungan. beberapa teman menjawab tidak masalah, namun ada juga yang mengembalikan pertanyaan saya, "selama masih bisa sama yang seiman, kenapa harus sama yang berbeda?"

sore ini, saat ini,
saya menyadari. sangat mungkin terjadi dalam suatu hubungan, dua belah pihak berbeda agama namun satu keyakinan. keyakinan... menurut saya berbeda dengan agama.
"Keyakinan adalah suatu sikap yang ditunjukkan oleh manusia saat ia merasa cukup tahu dan menyimpulkan bahwa dirinya telah mencapai kebenaran." - Wikipedia sore ini, saat ini,
saya mempertanyakan satu hal: apakah bisa kita memiliki agama ya…

konsep tentang masa sekarang

Image
ibu saya selalu berujar bahwa manusia semestinya hidup dengan apa yang ada sekarang. bukan di masa lalu, dan bukan di masa depan. fokus dengan masa sekarang.  masa lalu ada, untuk dijadikan bagian dari proses belajar. dan masa depan, termasuk juga di dalamnya mimpi-mimpi, ada untuk dijadikan guideline dalam hidup. menurut saya, dengan fokus dan menapak pada hidup yang sedang berlangsung, akan membawa kita pada esensi sebagai manusia. jangan sampai ada pepatah "urip kuwi mung mampir ngombe" (hidup hanya untuk mampir minum). hidup lebih dari itu... saya ingin kontribusi saya untuk dunia jumlahnya lebih banyak ketimbang jumlah kritik saya. saya ingin dikenang bukan hanya sebagai Scholastica Asyana Eka Putri Prasetio, tapi juga akan karya nyata saya. akan sumbangsih saya. fokus pada diri sendiri itu penting, saya mulai belajar banyak setelah mulai yoga. sebagai tanda syukur, buat saya. dalam yoga, menggerakkan jari pun harus dilandasi dengan rasa syukur dan ikhlas, konsentrasi p…

listening is caring

secara alamiah, manusia selalu ingin didengarkan dan diperhatikan. begitupun juga saya, dan orang-orang di sekitar saya. itulah kenapa kadang saya bingung juga... orang banyak bicara kaya saya gini masih dipercaya sama orang-orang terdekat buat tempat curhat dan lain-lain dan lain-lain :") dari kecil sepertinya saya sering dicurhatin, dari masalah keluarga teman-teman saya di rumah sampai hal sepele yang paling sering dicurhatin, masalah cinta kali ya hahaha. tapi saya masih suka mikir juga "apa ya hidup saya udah se-stable itu dan saya harus jawab apa kalo ada yang curhat masalah ini?". ternyata, semakin kesini saya semakin sadar, kalau saya nggak mesti memberi usul sama orang-orang untuk masalah yang mereka hadapi, karena pada kenyataannya, jawaban yang mereka cari sudah ada dalam nuraninya masing-masing. kebahagiaan dan pilihan ada di tangan mereka, tugas saya hanya mendengarkan, dan sebisa mungkin mengarahkan mereka untuk memahami hati nurani nya sendiri. hidup saya…

Shortest trip ever: Dieng!

Image
Menyadari sepenuhnya bahwa saya terlahir di tengah-tengah keluarga traveler, akhirnya kelamaan saya paham juga kalau orangtua saya tidak bisa berlama-lama menjalani rutinitas tanpa menyelinginya dengan bepergian jarak jauh. And here I am: Dieng Plateau! Cukup gila sebenarnya dengan perencanaan yang tidak matang dan persiapan yang serba mepet. Sewaktu hari Kamis, ayah pulang kerja dan meminta kami untuk menyiapkan bekal dan pakaian secukupnya, karena akhir pekan akan dihabiskan di Dieng. Merelakan beberapa jadwal yang telah disusun masak-masak sebelumnya, akhirnya saya menyanggupi dan berjanji dalam hati untuk menikmati perjalanan nanti, betapapun menyesalnya saya terutama karena tidak bisa hadir di pesta ulang tahun sahabat yang paling saya sayangi. Sempat kesal juga karena sempat ada perubahan rencana yang tadinya mau berangkat Jumat malam malah jadi Sabtu pagi :") Tapi tidak apa, akhirnya hari Jumat saya habiskan bersama Arsha.
(((tapi ternyata kepergok banyak orang))) (((tapi…