Sunday, February 16, 2014

namaste

udah lama juga ternyata, nggak nulis sesuatu disini.
mumpung senggang dan banyak yang ingin diceritakan, sepertinya sekarang waktu yang pas buat nulis. silakan kopi dan cemilannya disiapkan :)

kamis malam, erupsi Gunung Kelud. bukan bencana, Tuhan tidak pernah murka. Tuhan yang cinta umatNya tidak pernah setega itu untuk menjadikannya tanda kekuasaan. Tuhan tidak butuh dipuji, bukan kekuasaan yang Ia cari.
terima kasih Tuhan, untuk pembelajaran ini. semoga kami semakin dekat padaMu dan selalu meraba betapa baiknya alam ini kepada kami.
untuk abu yang bahkan dengan ringannya tertiup sampai Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, terima kasih. semoga suatu hari bumi kami menjadi kian subur karenanya.
untuk debu dan segala material yang dimuntahkan Kelud sayang, terima kasih. memaksa masyarakat untuk kerja bakti, secara tidak langsung kami saling bertemu dan bersenda gurau, setelah sekian lamanya sibuk dalam pekerjaan masing-masing.
untuk bantuan di pengungsian, terima kasih. menunjukkan pada kami betapa masih banyaknya orang yang peduli pada saudaranya, mengajak yang sehat menolong yang sakit.
untuk semua yang masih bisa tersenyum bahkan pada kesakitannya dan untuk rupa yang tertutup abu, terima kasih. sekarang aku percaya, optimis itu Indonesia.

sabtu malam, final Platinum dibatalkan, bukan tragedi. Tuhan tidak pernah memberi tragedi, apalagi pada mereka yang berjuang sekian lama, karena hasil akhir bukanlah jawabnya. lambat laun, tanpa bicara pun mereka akan tahu, betapa menakjubkannya proses yang kita tempuh. final Platinum dibatalkan, mungkin kita diajarkan untuk lebih fokus pada apa yang benar-benar kita butuhkan, bukan yang kita inginkan.

minggu malam, aku sedang menulis kata-kata yang kamu baca sekarang.
setelah seharian penuh berkutat dengan kain pel, sapu ijuk, selang, dan berember-ember abu, aku sadar juga akan sesuatu. hari ini keluargaku belajar bekerja sama, kerja sama besar setelah pembantu kami pergi.
bermula dari sebuah keluarga yang sibuk: orang tua yang bekerja dari pagi hingga malam, terbang dan melompat dari satu kota ke kota yang lainnya. anak perempuan yang lebih memilih pergi bersama teman-temannya, atau tinggal di sekolah lebih lama. dan anak laki-laki yang sejak sepulang sekolah selalu menggenggam sabak pintar, bahkan hingga orang tua dan kakaknya pulang malam-malam, yang selalu ditinggal di rumah bersama pembantu itu.
dan disinilah kami, berakhir sebagai keluarga yang disatukan oleh kain pel dan karung sampah vulkanik.

maaf telah menulis sebuah cerita yang membosankan.
mungkin sekarang saatnya kamu membaca kata terakhir dalam tulisan ini: namaste,

semoga kamu selalu dalam keadaan baik

Monday, February 3, 2014

Another iceberg phenomenon

This is a true story, the experience of Dylan Farrow who was adopted by the-famous-Woody Allen. Dylan was just SEVEN years old when Allen sexually assaulted her. She kept this untold secret for years and now when she's ready to tell it to the world, people doesn't believe her and her step father (that-famous-Allen-thingy) called that claim is "untrue and disgraceful". He was investigated at that time but was not jailed, fyi. It might be so difficult for Dylan



For the victims of the sexual abuse, it's difficult to tell the people about their experience. It's difficult to tell the people then being judged by the society, it's not easy at all. What the people have to do is to listen them, appreciate their courage and bravery to reveal their stories. I hope sexual abuse isn't going to be an another iceberg phenomenon, people just have to respect and listen others.