Monday, March 10, 2014

dari september ke maret

"Selamat Scholastica Asyana, kamu terpilih sebagai Pimpro Internal Pagelaran Lustrum. Pimpro eksternalnya Tiara Ellen Elyora. Monggo dimulai koordinasi secepatnya."
Sms dari Mba Fad yang mengubah hidupku, bahkan untuk selamanya.  Awalnya aku pengen main di paglus, tapi ternyata nggak dibolehin bunda, disuruh murni produksi aja. Eh malah jadi pimpinannya :) Banyak banget hal yang aku pikirin pas ngeiyain smsnya mba fad. Tenagaku yang nggak sekuar temen2 lain, aku yang gampang stress, aku yang nggak bisa naik motor sendiri, izin orang tua... semua tak pikirin. Jawaban iya atau enggak yang nanti aku ambil will change my entire life. Akhirnya aku bilang aku bakal coba tawaran dan amanahnya mba fad hehehe. Awalnya aku sama ellen masih ngeraba-raba. Pimpro ki panganan opo to. Mulai ngerancang anggaran, susunan panitia, nyari wakil, mulai rapat sana-sini, koordinasi sama pan Lustrum, dan lain-lain. Ellen mending, dulu dia jadi wakil pimpinan produksi ksternal. Lah gue?
Semakin hari kami semakin  memperbanyak amunisi. Kami sadar kalo ada banyak pemikiran yang harus disatukan, pendapat yang ditampung, dan kritik maupun saran yang harus dipertimbangkan. Dan di balik itu semua, ada banyak hal yang harus dikorbankan. Semakin mendekati tinggal 8 maret, kepala rasanya semakin mau pecah. Rapat panitia jarang lengkap, banyak miskom sama pihak ketiga, desakan & kritikan nggak berhenti2 dari orang2... tapi semua terbayar pas hari H. Hampir semua adegan diapresiasi applause oleh penonton. OST dinyanyiin terus di setiap sudut sekolah. Handphone penuh sama notif twitternya teater 10. Puji Tuhan :)
Menjadi seorang pimpro, berarti harus siap untuk belajar banyak hal. Aku belajar untuk menjadi lebih dewasa. Yang biasanya nggak bisa memilih & lebih suka ngambek, sekarang aku harus mengambil keputusan & solusi sebijak2nya demi kepentingan semua pihak. Aku juga jadi tahu nama-nama gamelan lengkap, kenal sama bapak supir truk, bapak penjahit terpal, bapak2 pengelola Taman Budaya..... aku belajar banyak. Everything happens for a reason. Aku selalu mikir kayak gitu. Tiap aku capek, aku hanya bilang sama diriku untuk ngelakuin semuanya dengan cinta, dan selalu inget sama tujuan awalku masuk SMA 8: biar bisa gabung di Teater 10.

Terima kasih banyak untuk ayah bunda ano dan yoga, yang selalu setia dimana pun kapan pun. Buat mas tris yang tanpanya, seorang aku nggak akan jadi seperti ini. Untuk elena dan segenap coach yang nggak pernah lelah, nggak pernah mengeluh, awesome. Untuk simbok, sofia, pila, ajeng, aliem, chauw, sokek, brain, zizah, dan segenap koordinator beserta anak-anaknya yang menakjubkan... terima kasih perjuangannya, Tuhan yg balas ;)
Untuk semua semua orang yang datang tepat di saat yang tak terduga, anda mempertegas bentuk Tuhan dalam hidup saya.

Akhirnya dengan lega saya katakan, saya purna jabatan ;)