Thursday, August 28, 2014

I thought that it was only a zodiac

Pertama kali akrab dengan dunia kanker, pas waktu SMP dapet kabar kalo Agnes sakit kanker tulang. Kayak petir di siang bolong, nyangka aja enggak! Eh memang selalu ada rainbow kok di balik tiap peristiwa. Sepeninggal Agnes, aku jadi aktif di yayasan kanker dan belajar super banyak pengetahuan tentang kanker. Aku jadi bisa tau kaya gimana sih ciri-ciri awal penderita kanker, penyebab-penyebabnya, pantangan-pantangan yang ga boleh dimakan, nyampe gimana cara urus hal-hal administratif kaya BPJS atau Jamkesmas buat pasien kurang mampu. Setelah Agnes, pembantuku yang udah kerja 16 tahun sama keluarga kami ternyata kena kanker juga. Dan ini bikin aku semakin sedih, kaya ironic banget hal-hal semacam ini ada dan happen di sekitarku sendiri. Tapi ya itu tadi, sisi positifnya, aku semakin tau kalo emang hidupku ditakdirkan buat berpusar pada kegiatan-kegiatan sosial semacam ini. Aku jadi ngerti passionku ternyata melayani orang dan berbagi. It makes me feel good and alive.
Jadi relawan tentu ada suka dan duka, dan kadang dukanya justru lebih berasa. Lebih nusuk lah. Seberapa sering aku denger kalo ada orang yang mengidap kanker, ga pernah mengurangi rasa sedih dan kagetku sedikitpun. Selalu ada rasa jleb tiap denger berita kalo si ini atau si itu kanker. Apalagi kalo begitu ketauan udah langsung stadium lanjut dan udah sejak lama sakitnya dan orang tersebut datang dari keluarga sederhana. Aduhhhh </3 saking minimnya pengetahuan dan informasi...
Menjadi seseorang yang akrab sama dunia kanker, bikin aku menjalani hidup sehat karena sakit kanker itu bukan hanya karena faktor genetis, tapi juga lifestyle. Makan sayuran organik, beras hitam, susu kedelai low fat & less sugar, being ovo-vegetarian, do yoga every week... bukan berarti pengen kurus atau apa. Ya please aku udah kurus. Tapi buat kalian yang lumayan berisi dan pengen sehat, dimulai aja dari sekarang karena umur dan kapan penyakit datang, ga ada yang tahu. Inget, badan bagus & proporsional itu cuma bonus. Yang penting adalah hidup sehat dan itu adalah tanda kalo kita mensyukuri hidup. Makan secukupnya dan hanya makan makanan sehat, itu bukti cinta kita sama tubuh kita dan lingkungan.
Lifestyle yang kacau bisa jadi bibit kanker juga loh: junk food, preservatives, monosodium glutamate, sweeteners... aduh say no to them aja lah.
Kanker ga cuma bikin pengetahuan dan karya amalku bertambah, tapi juga bikin empatiku terasah. Aku jadi tau gimana memotivasi pengidap kanker dan gimana menyemangati mereka, aku jadi bisa ngerasain gimana rasanya sakit kanker, ga bisa sekolah, ga bisa maen, rumah sakit jauh, terkendala biaya, ditinggal kabur orangtua karena dianggap beban keluarga... dan aku bisa melihat Tuhan dalam diri tiap pejuang kanker yang aku temui. I'm more than blessed :)

Dan mau info... ada adek kita dari Medan named Tricil, she's 4 years old and she got leukemia dan sekarang buta total. If you want to donate or give some supports, please tell me and I'll facilitate you. Thanks a lot!

I dedicate this post to agnes, yu mustiani, mba veyo, and tricil. May God bless you.

Friday, August 22, 2014

Lagi-lagi untuk seseorang

Saya belajar
Bahwa akan ada saatnya ketika saya harus memilih dan melepaskan pilihan yang lain
Bahwa akan ada saatnya ketika ada di persimpangan, saya harus bersikap dewasa
Bahwa akan ada saatnya untuk tidak lagi membuang waktu dalam menentukan pilihan
Dan bahwa akan ada saatnya untuk saya belajar ikhlas
Merelakan apa yang tidak saya pilih, melanjutkan hidup tanpanya, dan mensyukuri pilihan yang telah saya miliki

untukmu, yang akhirnya telah memutuskan
dan untukmu, yang telah mencoba berdamai dengan perasaanmu terhadap ku dan terhadap dirimu sendiri

Semoga kamu selalu fokus dan tenang seperti apa yang kamu katakan

Thursday, August 21, 2014

Syawalan PAKS - Teater 10

Haiiii! Mendadak keinget sama acara yang satu ini karena tadi di tag di Facebook sama Inten.
Kenapa syawalan ini berkesan? Karena:
1) Teater 10 angkatanku (2015) yang dateng cuma tiga orang, itu pun satunya pulang duluan di tengah-tengah acara... lol :')
2) Aku disuruh main meski udah lama ga main... ya dah gak papa soalnya perannya jadi princess :p

Wednesday, August 20, 2014

Tuhan adalah mereka

menghargai ada banyak macamnya:
menghargai tuhanmu
orangtuamu
musuhmu
dirimu sendiri

tapi kita kadang lupa
bahwa yang punya rumah di bumi ini bukan hanya Homo sapiens
tapi ada juga
mereka yang berkaki empat
mereka yang memiliki cakar
mereka yang memanjat pohon untuk mencari makan
mereka yang menciptakan makanannya sendiri
mereka yang kita tebangi
mereka yang punya belang di sekujur tubuh
bahkan mereka yang tidak dapat kita lihat dengan mata kepala

saya seorang manusia
anda tidak perlu tahu apa agama saya
mau saya Katolik
Kristen Protestan
Muslim
Buddha
Hindu
Konghucu
Shinto
Atheis
kalau saya gagal menghargai mereka yang terlihat maupun tidak terlihat
apalah guna agama yang terikat pada diri ini?
apalah guna baca kitab tiap malam? keras-keras? agar semua orang dengar kita sedang baca ayat?
apalah guna kita khotbah lantang-lantang tapi hati kita munafik?
apalah guna saya ada di dunia ini?

tuhanmu ada dalam dirimu
dan diri setiap makhluk yang kamu temui
yang tak terlihat maupun yang tak terlihat

dan itulah mengapa kamu harus menghargai mereka
seperti apa yang selalu kamu katakan: aku mencintai dan menyembah tuhanku

belajarlah banyak dari mereka

Am I a workaholic?

Suatu malam, saya mulai menyadari bahwasanya saya adalah seorang workaholic. Mengapa? Saya betah untuk duduk di kursi kerja saya, sebuah dhingklik (kursi kecil), selama berjam-jam. Menghadap layar komputer jinjing, mengetuk-ketukkan jemari saya di atas keyboard, dan komat-kamit merapalkan sederet angka-angka. Mereka bukan rumus, orang bodoh mana yang tak tahu bahwa saya membenci rumus. Satu-satunya hal yang saya syukuri dalam belajar matematika adalah: saya bisa menghitung uang. Merapalkan sederet angka tadi, bukanlah perkara sulit bagi seorang saya. Karena angka-angka itu menyimpan harta modal Little Luna selama ini.
"Baik, saya rekap sekarang ya. ... total satu juta dua ratus lima puluh ribu rupiah, silakan ditransfer ke BCA 126-055-****"

Menyadari bahwa saya adalah seorang workaholic dan bersedia menempatkan pekerjaan di atas segala-galanya, membuat dunia ini lumayan jungkir balik. Saya berhenti hangout dan pergi nongkrong jika memang itu bukan hal yang perlu dilakukan. Saya menomor-sekiankan keluarga saya, Teater 10, karena terlalu sibuk dan untuk menengok latihan pun mana sempat. Saya sering melupakan hal-hal sepele macam: mandi, makan, cuci muka, bahkan bersantai. Saya telah menemukan sebuah keasyikan dalam pekerjaan saya. Memang menyukai pekerjaan adalah hal pertama dan terutama dalam hidup. Tapi ketika saya ada di masa saya sangat terlampau amat terlalu menyukai pekerjaan saya, saya merasa asing, bahkan dengan diri saya sendiri.

Awal mula saya menjadi seseorang yang workaholic... saya harus dan akan bayar uang sekolah & kuliah FULL dari rekening saya sendiri (yes, aquarians are ambitious hahaha). Hal ini yang memotivasi saya dan akhirnya malah menjadi ikatan yang tak mau lepas dari diri saya. Rasanya seperti sebuah guilty pleasure. Menyakitkan namun menyenangkan. Menyakitkan, saya kehilangan kehidupan sosial untuk sementara. Namun menyenangkan, ketika yang lain menghabiskan uang orang tua, saya menghasilkan pundi untuk saya sendiri.

Terus terang saya khawatir akan keadaan psikologis saya. Telepon genggam, seperti namanya, selalu ada dalam genggaman hingga tangan saya selalu berkeringat. Hidup saya seakan bergantung pada telepon, komputer jinjing, kalkulator, dan begitu adanya.

Tapi sekarang, lama-lama saya sadar juga: bekerja bukan hanya soal uang. Saya memang mengumpulkan peser-peser rupiah untuk biaya pendidikan, namun jika hal ini membuat saya melupakan zat saya sebagai manusia... apa gunanya? Mungkin kalau saya malah makin rajin beramal, jalan rezeki akan dilebarkan. Mungkin kalau saya malah makin aktif organisasi, jaringan saya akan jadi luas dan banyak yang membagi info beasiswa perkuliahan. Mungkin kalau saya membuka mata untuk melihat dunia luar, saya akan jadi lebih berkembang dan melihat banyak peluang.
Mungkin yang terbaik untuk dilakukan sekarang adalah: bekerja secukupnya, berdoa secukupnya, dan belajar secukupnya.
Karena yang berlebihan belum tentu baik adanya.

August 20th, 2014
19:00 (GMT +7)

Yogyakarta

Monday, August 18, 2014

Post title?

kadang, ada beberapa keindahan yang tidak dapat dilihat

indah
saat mengucap selamat pagi pada janinmu
indah
saat kau memejamkan mata dan mendengar kicau di kejauhan
indah
saat kau berlutut di altar dan berbicara pada Ia yang tak terlihat
indah
saat di hari tuamu, duduk di bangku taman, mendengar sayup-sayup kepakan angsa di kejauhan

itulah mengapa manusia dan meditasi menjadi satu sosok
seperti mejikuhibiniu jadi pelangi
seperti hitam dan putih jadi yin dan yang

kadang yang kau perlukan hanya
menutup mulutmu
memusatkan pikiran ke garis khayalmu
memejamkan kedua matamu
dan menari dalam diam
karena yang tak terlihat kadang justru lebih indah

cinta, Tuhan, dan kebaikan hati
misalnya

Hal hal dasar tentang dua rasa

rasa suka bisa datang kapan saja
pada hal-hal baru yang kau temui
pada gadis di seberang rumahmu
pada anjing kecil yang duduk di taman
pada sayap kupu-kupu yang hinggap di kuncup bunga ibumu

rasa suka datang tiba-tiba
tanpa permisi, mengetuk pintu rumahmu, atau bahkan bilang halo
kadang dia datang saat pandangan pertama, saat kau bertemu dengan gadis cantik yang menarik perhatianmu
atau di suara pertama, saat kau mendengar gemerisik bayi di dalam rahimmu
atau di sentuhan pertama, saat bertemu dengan Mimosa pudicamu

tapi, lain halnya dengan rasa cinta
dia ada semenjak kau belum jadi embrio
bahkan sejak sperma bapamu belum bertemu dengan sel telur ibumu
bahkan sejak adam belum diambil rusuknya
bahkan sejak bumi ini masih debu

jangan artikan suka sebagai cinta
atau cinta sebagai suka
mereka jauh lebih bermakna daripada itu

Sunday, August 3, 2014

this post definitely belongs to.....

THIS BIATCH

Ya, jadi disini aku mungkin bakalan agak cheesy atau hot hot pop, ga paham juga, silakan nilai sendiri. Yang jelas ini ungkapan dari hati yang paling dalam. Dan Safirah fatter than before, if you read this post, maaf ga chat kamu selama akhir-akhir ini. Maaf ga chat perpisahan sama kamu. Aku chat kamu nya kalo udah disana aja lah... Aku ga kuat kalo chat ntar nangis jadi aku bikinin post ini for yewww. Dan please jangan lupain eke :')

Pertama kali kenal Safirah, lupa kapan tepatnya. Tapi emang tiba-tiba secara ga sengaja kami dipertemukan dalam tiga peristiwa besar dalam hidup: team usaha dana Lustrum 8, Teater 10, dan AFS, of course. Dan dalam sekejap kami dituntut buat kerja bareng terus, ketemu terus, nyampe sering banget kami ada di titik yang... "Lo lagi, lo lagi". Semakin sering bareng (CIEEE) pas kelas 2 ya kalo ga salah. Disitu udah sering mundhas bareng, ketawa bareng, gila bareng, nangis bareng. Ngurusin defisit bareng, curhat ngerasani donatur alumni bareng, deg-degan nunggu pengumuman placement bareng, ngurusin pagelaran demi pagelaran juga bareng. Bahkan ada masa dimana bener-bener feeling kami nyatu dan melakukan hal-hal gila bareng, contohnya: ngasih makan kucing dan ngurus Concert Hall buat pagelaran lustrum. Betapa gila dan gabutnya kami ngeliat anak kucing memelas dan akhrinya kami tergerak ngasih makan dia :') Jadi waktu itu (lagi-lagi) kami abis ngurus sesuatu di Taman Budaya. Eh pas jalan ke arah kantin, tiba-tiba ada anak kucing lucu banget ngikutin kami sambil berisik ngeong-ngeong ga jelas. Langsunglah kami berasumsi kalo si kecil ini laper uuuu kasian banget :( Akhirnya kita duo gabut ini bagi tugas: aku harus jagain kucing dan Fira yang cari makannya. Gilapo nek kamu tau itu kucing saking lapernya sampe rela aku panggil kemanapun karena dikira aku bawa makanan. Karena diliatin orang-orang mainan sama kucing (gengsi lah wkwk) akhirnya aku bawa dia ke depan ruang pameran. Terus aku duduk. Nunggu Fira. Lama banget. Dan aku mulai bertanya-tanya. Dia beli apa sih? Dan akhirnya dia dateng lari-lari dari arah gerbang TBY sambil bawa plastik bening isi... ikan. Tau kan rumah makan Padang di depan TBY persis? Tau kan harga makan disitu mahal banget? Dan kamu juga harus tau, ikan goreng yang dibeli Fira buat si kucing... kira-kira belasan ribu ga sih? Aku lupa NYAHAHA. Intinya, itu mahal banget. Bisa buat makan kita bedua :') Dan eh kesalahan fatal kami malah setelah ngasih makan kucing. Jadi si Fira ngasih ikan ke si kucing itu, sayangnya plastik beningnya belom dilepas, cuma kita sobek aja. HAHAHAH dan si kucing pas mau kita bantu ngelepasin plastiknya, malah berubah ganas dan alhasil jadi rebutan ikan sama Fira. Dikira kita mau ambil lagi ikannya :( Yatolong bayangin aja Fira berebut ikan asin sama kucing kecil. Akhir cerita, kita ngalah dan pulang sambil berharap si kucing enggak keselek plastik lah.
Yang paling susah dilupain lagi di antara banyak moment sama Safirah... tentu aja ngurus teater. Fira ini koordinator humas the best yang pernah Teater 10 punya. Coba kalo ada pagelaran dan Fira jadi anggota humas, kamu liat deh bukunya. Pasti timelinenya udah ada, rapih, dan siap dikopi sama siapapun yang butuh. Bangga banget punya Fira di keluarga ini. Fira yang selalu ngingetin aku buat tetep sehat, semangat, dan rapat hahaha. Fira yang sering jadi partner sambat kalo kita lagi capek, kesel, abis dikecewain pihak ketiga, dan lain sebagainya. Fira yang bahkan selalu mengeluh dan aku keluhin balik, "Kenapa sih kalo kita ada berdua, pasti ada kejadian yang unique dan aneh bin ajaib?". Fira yang selama ini selalu jadi partner in crime kalo diomelin alumni, diomelin kakak kelas, dikritik Mas Tris... bahkan jadi SATU-SATUNYA partner in crime ketika panik pas... rebutan tanggal di Taman Budaya :( aaaah gila abis, yang ini adalah salah satu unforgettable moment dari Pagelaran Lustrum, paling epic kayanya hahaha.
Jadi, ceritanya waktu itu kurang beberapa minggu (atau hari?) sebelum pagelaran. Dan dengan feeling kurang enak, aku bilang sama Fira, "Pil, besok ke TBY yuk, ambil jam pelajaran. Feeling kok rada ga enak". Ternyata she felt the same dan setelah mencocokkan jadwal, kita cus pas aku pelajaran Geografi dan Fira abis kelar olahraga jadi dia nya ke TBY masih pake baju olahraga HAHAHAH masi inget kan gue. Dan ternyata, hari itu juga kami dapet pengalaman paling menegangkan </3
Niat awal kan aku cuma mau nyocokin ulang jadwal latihan sama bapak-bapaknya yang disana. Ngecek kan tuh ke buku admin, iseng buka halaman yang ada tanggal pagelarannya. Ternyata. Di tanggal itu bukan pagelaran kami yang tertulis. Tapi acara laen. Dang. Mau mati rasanya. Untungnya abis itu banyak yang dateng dan bantu hingga (WALAUPUN DITINGGAL UMROH SAMA NAK FIRA YANG ABIS ITU FATTER THAN BEFORE :")) pagelaran selesai dan sukses.
Selanjutnya selanjutnya... ada pagelaran banyak banget dan entah kenapa duo gabut, eke dan fira, sepertinya selalu menarik masalah ke arah kami HAHA gadeng alay. Lah abis, kalo aku disambati orang dan harus nyari solusi, tiba-tiba kaya seolah Fira dateng dari koridor dan... aku pasti bakal cerita dong ke dia. Dan begitupun sebaliknya. Tapi kami ga cuma berbagi masalah dong ya. Berbagi happiness juga lah, terutama kalo dapet info tentang AFS/YES.
Kebetulan kami beda program buat exchange ini tapi masih dalam jalur yang sama jadi kalo ada info apa-apa kami biasanya langsung tereak tereak di sekolah :') Fira sempet galau untuk milih antara tetep AFS atau pindah YES dan INI YANG BIKIN AKU BAHAGIA, untung dia ga salah pilih :""""") Memang sudah takdirnya seperti itu, Fir. Untung kamu nggak plin plan :')
Hingga puncaknya, pas kita ketemu dan saut-sautan kaya biasanya, aku nanya, "Gimana YES? Udah ada placement?" "UDAH, ALHAMDULILLAH!" :") Omg I cant describe dat moment yang rasanya aku bahagia banget Fira akhirnya berangkat juga ke US menjemput impian disana. Senyumnya itu lhoooooo, bangga & puas banget keliatan setelah penantian hampir dua tahun. Akhirnya nemu titik terang, ya Fir? She seemed very excited and she'll always be :))

Safirah Khairunaaaaaaaa!
Makasih banget buat dua tahun belakangan ini.
Buat kegilaannya, buat ketawa ketiwinya, buat ngasih pundak pas aku down.
Buat supportnya, buat lawaknya, buat ide-ide cemerlangnya pas aku butuh masukan.
Makasih banget udah nge-backup aku pas Pagelaran Lustrum. I owe you a lot :((((((((( Aku ga bisa melewati paglus tanpa kamu, jujur aja. Makasih banyak udah ngebimbing adek-adeknya hingga Teater 10 016 sekarang jadi berkualitas-berkualitas dan hebat semua kaya eluuuuu.
Makasih udah jadi pimpro yang kerennnn, tahan banting, dan ga pernah bisa galak :pp
Selalu ada bahan bicara yang ga bisa aku ceritain ke orang lain selain kamu, selalu ada moment to remember yang sayangnya cuma dilewatin sama kamu :))))
Waaaah jadi cheesy. Gak gak gak. Meskipun akhirnya kamu berangkat dan aku engga, meskipun akhirnya kita dipisahkan oleh jarak, laut, darat, dan udara (udah kek TNI aja), meskipun akhirnya aku harus ngelanjutin kegiatan teater tanpa kamu, meskipun akhirnya aku ga bisa teriakin ke kamu "EH YOU DA BITCH, gimane kabar si Bayna & Aijat?" di koridor sekolah, meskipun akhirnya kamu ga akan sambat-sambat lagi tentang "Sik sik bentar ini yang harus tak sms banyak banget e, aduh Ado sms apa lagi ini", dan meskipun akhirnya besok BATRA Pagper Pagtung taun depan ga ada kamu lagi... doaku cuma satu:
Semoga kamu sukses dimanapun kamu berada, semoga tetep fokus sama tujuan awalmu buat cari ilmu dan bawa nama baik Indonesia kemanapun kamu pergi. Semoga betah sama host fam, semoga Tuhan selalu berkati kamu, dan semoga besok kamu balik kesini ga akan lupa sama aku =))

Amiiiiiin.
Sampai ketemu tahun depan, Safirah! :-)

P.S.: Maaf ga bisa ikut nganter ke bandara. I'm physically not in a good condition. Udah merencanakan bakal dateng ke bandara jam berapa, cuma buat meluk kamu nadya deta astrek iyek elba... tapi ya apa guna aku merencanakan tapi Tuhan (DAN ORANGTUA OF COURSE) tidak menghendaki. Lagian ntar kalo aku nangis bombay disana kan ga lucuk :((

SEMANGAT ORNASNYA!!