Posts

Showing posts from October, 2014

why we should love and respect ourselves first

Image
People commonly say, "Respect others, help others, love others. These are the keys taht unlock our soul".
But my mom teaches me to respect, help, and love myself first for everything that I am. Because if you don't love yourself, how can you expect someone else to?
Buddha said, "You, yourself, as much as anybody in the entire universe, deserve your love and affection. If you truly loved yourself, you could never hurt another".
And btw while I'm writing this blog post, I also wait for the newest book of Dewi Lestari titled "Gelombang", which is the newest sequel of Supernova.
And I'm trying to hold on with these sniffles.




sore ini, saya berbicara tentang keyakinan

Image
sore ini, saat ini,
saya duduk di samping jendela di Snap Cafe dengan segelas Vanilla Oreo, french fries, dan fruit salad. menunggu rere untuk ketemu setelah saya melewatkan pesta ulang tahunnya minggu lalu.

sore ini, saat ini,
saya tiba-tiba teringat sesuatu. beberapa waktu lalu, saya sempat bertanya pada beberapa teman melalui social media ask.fm tentang perbedaan agama dalam menjalin hubungan. beberapa teman menjawab tidak masalah, namun ada juga yang mengembalikan pertanyaan saya, "selama masih bisa sama yang seiman, kenapa harus sama yang berbeda?"

sore ini, saat ini,
saya menyadari. sangat mungkin terjadi dalam suatu hubungan, dua belah pihak berbeda agama namun satu keyakinan. keyakinan... menurut saya berbeda dengan agama.
"Keyakinan adalah suatu sikap yang ditunjukkan oleh manusia saat ia merasa cukup tahu dan menyimpulkan bahwa dirinya telah mencapai kebenaran." - Wikipedia sore ini, saat ini,
saya mempertanyakan satu hal: apakah bisa kita memiliki agama ya…

konsep tentang masa sekarang

Image
ibu saya selalu berujar bahwa manusia semestinya hidup dengan apa yang ada sekarang. bukan di masa lalu, dan bukan di masa depan. fokus dengan masa sekarang.  masa lalu ada, untuk dijadikan bagian dari proses belajar. dan masa depan, termasuk juga di dalamnya mimpi-mimpi, ada untuk dijadikan guideline dalam hidup. menurut saya, dengan fokus dan menapak pada hidup yang sedang berlangsung, akan membawa kita pada esensi sebagai manusia. jangan sampai ada pepatah "urip kuwi mung mampir ngombe" (hidup hanya untuk mampir minum). hidup lebih dari itu... saya ingin kontribusi saya untuk dunia jumlahnya lebih banyak ketimbang jumlah kritik saya. saya ingin dikenang bukan hanya sebagai Scholastica Asyana Eka Putri Prasetio, tapi juga akan karya nyata saya. akan sumbangsih saya. fokus pada diri sendiri itu penting, saya mulai belajar banyak setelah mulai yoga. sebagai tanda syukur, buat saya. dalam yoga, menggerakkan jari pun harus dilandasi dengan rasa syukur dan ikhlas, konsentrasi p…

listening is caring

secara alamiah, manusia selalu ingin didengarkan dan diperhatikan. begitupun juga saya, dan orang-orang di sekitar saya. itulah kenapa kadang saya bingung juga... orang banyak bicara kaya saya gini masih dipercaya sama orang-orang terdekat buat tempat curhat dan lain-lain dan lain-lain :") dari kecil sepertinya saya sering dicurhatin, dari masalah keluarga teman-teman saya di rumah sampai hal sepele yang paling sering dicurhatin, masalah cinta kali ya hahaha. tapi saya masih suka mikir juga "apa ya hidup saya udah se-stable itu dan saya harus jawab apa kalo ada yang curhat masalah ini?". ternyata, semakin kesini saya semakin sadar, kalau saya nggak mesti memberi usul sama orang-orang untuk masalah yang mereka hadapi, karena pada kenyataannya, jawaban yang mereka cari sudah ada dalam nuraninya masing-masing. kebahagiaan dan pilihan ada di tangan mereka, tugas saya hanya mendengarkan, dan sebisa mungkin mengarahkan mereka untuk memahami hati nurani nya sendiri. hidup saya…

Shortest trip ever: Dieng!

Image
Menyadari sepenuhnya bahwa saya terlahir di tengah-tengah keluarga traveler, akhirnya kelamaan saya paham juga kalau orangtua saya tidak bisa berlama-lama menjalani rutinitas tanpa menyelinginya dengan bepergian jarak jauh. And here I am: Dieng Plateau! Cukup gila sebenarnya dengan perencanaan yang tidak matang dan persiapan yang serba mepet. Sewaktu hari Kamis, ayah pulang kerja dan meminta kami untuk menyiapkan bekal dan pakaian secukupnya, karena akhir pekan akan dihabiskan di Dieng. Merelakan beberapa jadwal yang telah disusun masak-masak sebelumnya, akhirnya saya menyanggupi dan berjanji dalam hati untuk menikmati perjalanan nanti, betapapun menyesalnya saya terutama karena tidak bisa hadir di pesta ulang tahun sahabat yang paling saya sayangi. Sempat kesal juga karena sempat ada perubahan rencana yang tadinya mau berangkat Jumat malam malah jadi Sabtu pagi :") Tapi tidak apa, akhirnya hari Jumat saya habiskan bersama Arsha.
(((tapi ternyata kepergok banyak orang))) (((tapi…