Posts

Showing posts from 2015

Between the politics and the meditation

Sekitar Mei 2015 saya mengikuti sebuah rangkaian kegiatan spiritual (meditasi retreat) yang terbuka bagi publik dengan latar belakang keyakinan apapun, meski saat itu mengambil tempat di Brahmavihara Arama, Bali, yang merupakan tempat ibadah para pemeluk agama Buddha. Kegiatan ini bernama Kidung Kasih Sayang dan biasanya terbagi dalam beberapa kali pelaksanaan dalam satu tahun, waktu itu saya ikut yang kelas remaja. Berangkat seorang diri, memantapkan hati, menghabiskan sekitar hampir seminggu untuk juga menjelajahi daerah Bali Utara. Jujur itu mungkin kali pertama saya menjamah daerah Bali Utara karena sebelum-sebelumnya, di telinga saya, Bali adalah Kuta, Ubud, Bedugul, dan daerah-daerah wisata lainnya. Agak kagok, karena perencanaan dan pelaksanaan kurang sejalan, sehingga mengakibatkan pembengkakan juga di segi biaya saat berwisata karena ternyata, dsana tidak terdapat angkutan umum yang memadai (dan daerahnya sangat naik turun jadi lebih tidak mungkin lagi untuk berjalan kaki dar…

Urip kuwi kudu urup

Berkali-kali saya merenungkan, dan berkali-kali pula nihil yang saya dapatkan, saat saya berusaha memahami apa yang sebenarnya terjadi dalam hidup manusia di masa ini. Terkadang hidup berjalan terlalu rumit untuk dimengerti: ada waktu dimana kita sanggup mengontrol, kadang kita hanya sanggup untuk mengikuti, tapi tak jarang juga kita tertatih-tatih.

Hidup tidak pernah statis. Selalu ada atas dan bawah, awal dan akhir, alpha dan omega. Mungkin, pada awalnya, mungkin, maksud hidup tidaklah serumit itu. Bahagia, bermanfaat, mengalir. Mungkin, itu adalah esensi awalnya. Tapi semakin kesini, semakin tidak jelas. Ada yang menggunakan hidupnya untuk urusan dunia semata, ada yang bahkan tidak tahu bagaimana cara menghidupi hidupnya. Tak jarang orang semacam itu menjadi perangkap bagi dirinya sendiri: hidup, tapi tak hidup. Bernyawa, tapi seakan mati. Bernafas, tapi jiwanya redup.

Hidup tidak selalu menyenangkan. Manusia seperti kita, kadang perlu ditegur dengan kesedihan agar kita ingat untuk…

Guess how much I love books?

Image
Manusia dengan usia produktif tentu punya banyak tanggung jawab dan pekerjaan. Apalagi kalau manusia itu adalah seorang (calon) mahasiswa, seorang anak perempuan, seorang wiraswasta, dan entahlah saking bundet ruwetnya kadang nggak bisa dideskripsikan dengan label tertentu. Perkara mencari uang dan ilmu di sektor formal memang nggak akan ada habisnya, mengingat tanpa kedua hal tersebut pun mustahil untuk hidup dalam taraf berkecukupan, setidaknya menurut standar saya hehehe. Kegiatan-kegiatan yang sangat duniawi ini kalau nggak diimbangi dengan hal yang menentramkan jiwa tentu akan berakibat fatal, contohnya saya: kurang tidur, kurang makan, kurang piknik, dan akibatnya pun kurang waktu untuk mikir jodoh. Errrr, nggak juga ding, yang terakhir hahahaha. Perempuan keren nggak akan pusing-pusing mikir jodoh, camkan ya :p
Saya pribadi, berusaha untuk mencari jalan aman dengan berolahraga secukupnya dan sebisa mungkin mengonsumsi makanan bergizi seimbang serta detoksifikasi. Karena untuk ca…

Generasi Macam Apa Yang Sedang Mereka Ciptakan

Jujur terselip rasa khawatir setiap mendengar perbincangan-perbincangan masyarat mengenai isu-isu terkini.

Khawatir.

Apakah generasi saya mampu memajukan dan memperbaiki keadaan yang telah anda, bapak ibu kami, ciptakan?

Jika bahkan untuk nilai di rapor pun kami terbiasa diajari untuk selalu dapat nilai A atau 100 atau 10, entah bagaimanapun caranya?

Jika bahkan anda sebagai orangtua masih belum dapat mengajak kami untuk berdiskusi, menerima pendapat kami, bahkan untuk permasalahan yang remeh sekalipun?

Jika bahkan anda sebagai orangtua, sebagai alat kontrol utama dalam hidup kami, sebagai panutan kami, dengan sengaja memboncengkan kami tanpa pelindung kepala atau bahkan membelikan kami kendaraan di saat kami belum mencapai usia yang legal untuk berkendara di mata hukum?

Jika bahkan anda berkata "Ayah malu, ibu malu" saat kami belum berhasil mendapatkan prestasi di bidang yang anda berdua inginkan sementara bidang tersebut memang bukanlah passion kami untuk berkarya?

Generas…

Everyone is An Agent of Change, in A Positive Way

Image
Meanwhile masyarakat ribet sama #UdahCapek dan satu-tahun-gagal embuh opo kuwi, meanwhile pada sambat ke hewan-hewan, meanwhile menteri-menteri saling tuding menuding dan ikut campur di bukan bidangnya, meanwhile upeti-upeti di atas tanah sengketa masih jalan terooosss...
Ini ibu satu tetep fokus ngurusin kerjaannya dong!
Tuh kan coba semua fokus maksimal dan bahagia di bidangnya masing-masing, ga perlu waton tunjuk dan akan sangat meminimalisir pesimisme :))
Kamu berharap apa dari satu tahun kalo kamu suruh presiden doang yang berubah jadi tambah tegas? Dan kamu ga bantu bikin perubahan? Dia super tegas ala ala militer pun kalo masyarakatnya pesimis ya ngga akan berhasil lah.
Mending berkarya, memberdayakan lokal menuju kompetisi global. Pandai menulis, menulislah. Pandai menggambar, menggambarlah. Pandai memotret, memotretlah. Berjuta pemikiran positif jika digabungkan pasti akan membuat perubahan besar. Be the change you wish to see in the world.


How about... A decision maker?

Kenapa politik? Kenapa jadi politikus?

Jurusan yang kadang paling akhir buat dipilih di SNMPTN.
Kolom surat kabar yang paling sering dilewatin buat dibaca.
Pekerjaan yang sering dicemooh sama orang banyak.
Sosok yang dianggap punya banyak wajah untuk banyak kesempatan.

Hehe, tidak.
Tidak seperti itu.

Semua jurusan perkuliahan itu baik (selama kita rajin belajar) dan semua bidang pekerjaan itu mulia (selama halal).

Lalu, apa yang salah dengan menjadi seorang politikus?

---------------------------
Saya pribadi, Asyana Prasetio, sejak Taman Kanak-kanak sudah ditanamkan rasa bela negara yang tinggi oleh kedua kakek-nenek saya. Karena tidak mungkin meneruskan sebagai seorang TNI/POLRI (yaiyalah badan gue mana kuaaaad), Asyana kecil jadi rajin mikir, "Aku harus jadi apa ya biar bisa majuin negara?". Dibantu oleh Bunda yang baik hati, Asyana kecil akhirnya menemukan bahwa setiap pekerjaan adalah baik adanya dan setiap perbuatan mulia pasti ada pahalanya. "Oh, maka, jadi apapun…

Selamat ulang tahun yang ke-259!

Apa yang ada dalam pikiran saya pertama kali setelah membaca artikel tentang Bus Wisata Domapan...

Iya, saya pesimis. Biarlah sesekali saya pelihara rasa pesimis, sekali saja, untuk semua "pembangunan" di kota ini, yang sedang dilakukan besar-besaran akhir-akhir ini.
Bertahun-tahun rakyat menuntut: transportasi umum, fasilitas publik, ruang ekspresi, kenyamanan bagi kaum difabel... Apa pernah didengar?
Jalan-jalan di kota kami tetap berlubang. Trotoar ramah difabel tetap belum terwujud. Pengemis masih memenuhi tiap perempatan kota.
Tapi crane-crane raksasa terus menjarah kota kami. Gedung-gedung bertingkat, yang entah punya siapa, lambat laun terus menggantikan lapangan-lapangan bermain anak-anak kami. Ijin pembangunan terus diberikan entah oleh siapa dan bagi siapa.
Percayalah, Pak Sultan, Pak Haryadi. Kami ngga butuh semua "pembangunan" dan "kecantikan" sebanyak ini. Kami tahu, kota ini adalah kota pariwisata. Tapi apa pernah anda berdua menyadari, bahw…

MOS: Masalah klasik dari tahun ke tahun.

Jujur ya, ketika tadi pertama kali denger ada berita anak SMP meninggal dunia karena MOS, saya ngga begitu kaget. Sedih sekali, tapi ga kaget. Jujur, klasik sekali. Di belahan dunia mana yang di sekolah tidak terdapat senioritas? Apalagi, di negara dunia ketiga? Jelas masih banyak. Harapan ada, Mendikbud Anies Baswedan meneken surat pernyataan untuk menghapus segala bentuk perploncoan, penganiayaan, dan pelecehan selama Masa Orientasi Siswa berlangsung. Tapi, mata rantai itu terlanjur membelit dunia pendidikan kita. Kalau Pak Anies memutus rantai itu sendirian, kapan selesainya? Atau malah, emang bisa selesai? No. Absolutely no. Kita lah yang seharusnya bahu-membahu memutus mata rantai itu. Saya tidak menganjurkan MOS ditiadakan. MOS perlu untuk memberi kesempatan siswa untuk beradaptasi, tapi senioritas dengan kedok "MOS"? Ya jelas enggak dong.

Kita ga bisa minta presiden dan depdikbud buat tuntasin semua senioritas di Indonesia. Banyaaaak sekali yang harus mereka urus, ga …

BRANDING ITU PENTING BANGET

Image
Hai! Ga usah pake bertele-tele, "Wah udah lama ga nulis nih" bla-bla-bla karena itu super khas blog anak SMP banget hahaha.

Banyak temen yang nanya soal branding. Apa sih branding itu? Branding adalah trik marketing. Aku ga sepinter Pak Hermawan Kertajaya yang emang bidangnya di marketing buat jelasin teori macem gituan. Tapi sepenangkepku, branding itu adalah semacam make up. Kamu melakukan hal-hal yang kamu pengen bikin orang langsung ngeh dan inget sama brand kamu tiap mereka liat hal itu. Branding doesn't mean pencitraan which they are completely different. Branding itu berguna untuk membesarkan nama brand kamu. Bisa berupa kegiatan, iklan, touch up, innovation, dan lain-lain.

Salah satu produk favorit aku yang menurutku selalu sukses dalam ngelakuin branding adalah...

WALLS CORNETTO

LIKE

WHAT

...

Mereka tuh ya, kalo bikin ad ga pernah tanggung-tanggung. Antaranya pake artis besar, konsepnya unik, atau theme songnya terngiang-ngiang terus. RAN ft. Shilla? Dulu boomin…
Kenapa kita harus baik sama semua orang? Kenapa kita harus inget kebaikan orang lain dan mulai belajar buat melupakan kesalahan mereka yang mungkin pernah mengecewakan kita? Aku rasa selepas kita SMA dan mulai memasuki dunia perkuliahan, itulah saatnya buat kita memperluas jaringan. Entah untuk apa, jaringan akan menentukan keberhasilan kita juga. Sebagai makhluk sosial, kita ga akan pernah bisa kerja sendirian, kita selalu butuh bantuan orang lain meski kadang wujud bantuannya ga terlihat dan ga begitu signifikan. Jejaring ga bisa dibeli, meski ada ya yang loyal karena dia sering dijajanin, ditraktir, dicontekin...Tapi believe me, uang ga akan jamin semuanya ada dalam kendali kamu. Kamu bisa bikin dunia dalam genggamanmu, itu gampang banget. Tinggal kita kerja keras kaya robot, peralat orang sana-sini, suap sana-sini, korup... Tapi apa hasilnya barokah? Manfaat? Engga kan.

Semua yang didapetin secara instan, hilangnya akan instan juga. Tapi kalo kerja pake hati, bangun relasi pelan-p…

International Day against Homophobia and Transphobia

Image
Gay atau bukan, saya rasa ga akan berpengaruh banyak sama kualitas dan kinerja seseorang. Pejabat straight banyak yang korup, tentu lebih ga banget dibanding artis gay yang berkarya dan beramal bagi banyak orang.
Menyimpang dari agama?
"Bagimu agamamu, bagiku agamaku". Orientasi seksual seseorang TIDAK ADA hubungannya sama sekali dengan agama yang dianut. Kadang memang kita perlu melongok ke dalam diri masing-masing sebelum meneriaki orang lain.
Dan menjadi gay bukan sebuah pilihan, sama seperti kebanyakan orang yang terlahir straight, apakah kita memilih untuk jadi straight? No, we didn't.

It's the International Day against Homophobia and Transphobia. We stand with everyone fighting against discrimination and their equal rights.

We're all human. All equal.

Mba Veyo & flat shoes kupu-kupu

Image
One of the most inspiring woman I've ever met is my lovely Mba Anik Ve Sulistiyani Sasongko. Aku pernah cerita ya, aku pernah kehilangan sahabatku, Agnes, karena kanker? Nah Mba Veyo ini adalah sosok yang memotivasi sahabatku hingga saat-saat terakhir hidupnya. Mereka kebetulan sama-sama mengidap kanker yang sama, kanker tulang.

Mba Veyo ini juga yang ngajak aku pertama kali untuk ambil bagian di dunia kanker anak, dunia yang awalnya asing banget buat aku.

Sekarang, Mba Veyo masih aktif jadi motivator di RSUD Sardjito, Yogyakarta, keliling-keliling kota juga (ngukur dalan atau mengukur jalan kalo kami bilangnya, saking banyaknya waktu yang dihabiskan di jalan), dan sudah banyak sekali teman-teman yang disemangati oleh Mba Veyo. Mba Veyo selalu punya keinginan-keinginan mulia untuk adik-adik penderita kanker, ia juga salah satu inisiator Yayasan Kasih Anak Kanker Jogja.

Seminggu yang lalu aku tawarkan sepatu batik buat Mba Veyo, kebetulan Mba Veyo juga suka banget pakai batik. Mba…

How to start? #MarketeensID

Hai! Maaf ingkar janji, I supposed to post this yesterday but I was too busy so yeah, so sorry 😞

Okay, let's get start it!
First lesson is, "How to start?".
Ini adalah pertanyaan utama yang paling banyak diutarakan sama temen-temen yang mau memulai bisnisnya. Banyak yang udah punya ide bagus, tapi bingung mau mulai darimana, mau merealisasikan bagaimana... Banyak yang udah punya bayangan, tapi konsepnya belom jelas, tujuannya masih jangka pendek. Oke, kalian tau ga, bikin bisnis itu gampang banget. Kalian bisa bikin warung di depan rumah, bantu orang melakukan suatu pekerjaan dengan dibayar, bahkan part time di kios-kios kecil, itu juga bisnis. Gampang, kan? Tapi, bikin bisnis yang jangka panjang, bisa jadi investasi, dan modal masa depan... nah itu yang menantang! Dan kalian pilih mana? Selamanya kerja keras dengan penghasilan stagnan atau penghasilanmu meningkat terus hingga akhirnya pensiun usia dini, dan besok tua ga khawatir lagi sama kerepotan dana ini-itu? Pasti …

Ujian Nasional SMP ✨

Seingat saya, Ujian Nasional SMP adalah salah satu penentu terbesar dalam hidup saya sejauh ini. Saya adalah tipikal orang perfeksionis, dan kadang hal ini justru jadi bumerang bagi saya sendiri. Saya selalu ingin memberikan usaha terbaik saya, hingga hasil akhirnya pun nanti akan sesuai dengan yang diharapkan. Sewaktu SMP, saya ingat betul penyesalan saya ketika tidak berhasil masuk ke SMP idaman saya waktu itu, dan berniat "balas dendam", masuk ke salah satu SMA favorit di Yogyakarta.
Tuhan mencipta dan menghendaki semua indah pada waktunya. Mungkin memang waktu itu saya belum sedewasa sekarang, sehingga Tuhan tidak mengabulkan keinginan saya semudah itu. Keinginan saya baru terkabul di SMA ini, ketika akhirnya saya berhasil masuk ke SMA 8 Yogyakarta, yang semakin meningkatkan kualitas saya sebagai manusia.
Semakin saya renungkan, memang benar adanya jika hasil akhir akan selalu sesuai dengan proses.

Ibu-ibu... edukasi formal hanya bertugas untuk mengantarkan anak anda men…

Introducing #MarketeensID

Image
Aiiiih, such a wonderful week for me! Everything is perfect in His time, really. Kamis aja deh: dari pagi masih diberi kesempatan untuk bangun pagi, lalu pergi ke Royal Ambarrukmo untuk menerima piagam entrepreneur, dan ditutup dengan kegembiraan ulang tahun Wina yang ke delapan belas, hampir semua sahabatku dateng semua. I'm soooo blessed! Alhamdulillah for every single thing.

Dan yang menyempurnakan kebahagiaanku, adalah dengan melihat teman-teman sedikit banyak mulai menyadari peranan entrepreneurship bagi diri mereka sebagai kaum muda. Bangga sekali dengan kesadaran dan minat yang mulai tumbuh itu. Teman-teman juga ada yang aktif banget chat ke aku, nanya-nanya soal bisnis dan kiat-kiat memulai kegiatan entrepreneur. Nah, karena rata-rata pertanyaannya sama, sepertinya aku akan mulai rutin bahas di blog ini tentang young entrepreneurship. Selain biar pertanyaan yang sama ga diulang-ulang, tentu juga biar temen yang lain pada ikutan belajar, ga cuma yang private chat ke aku aja…

waduh. semua ayah mikir gini po?

aku belom mau nikah -_- masih panjang -_- tapi terharu ga sih baca surat semacem ini? mungkin inilah alasan kenapa ayahku selalu menungguku pulang bahkan hingga larut malam. rela menjemputku dimana pun, jam berapa pun. mulai dari aku kecil, pertama kali bersekolah, hingga sekarang aku sudah lebih dewasa: pertemuan ini, pertunjukan itu, kompetisi ini, presentasi itu. alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama ayahku, alhamdulillah ayah masih diberi kesehatan dan umur panjang. semoga hingga seterusnya pun ayah selalu ada untukku, untuk menemaniku hingga semua mimpiku menghampiri satu-persatu.


"Untuk orang yang akan menemani putriku, yang akan menua bersama hingga maut datang menjemput.



Halo, nak. Sebelumnya aku tidak pernah bertemu denganmu, tapi aku tahu bagaimana efek kehadiranmu di hidup putriku karena aku melihat ada perubahan di diri putriku. Tahukah kamu kalau dia jadi lebih lama ketika mandi? Aku tahu setiap kali ia membawa berbagai produk kecanti…

Semua Perempuan Wajib Melakukan Perawatan... Vrai ou Faux?

Image
Semua perempuan itu dilahirkan dengan kecantikan yang menyertai. Pertanyaannya adalah, apakah mereka mampu merawat kecantikan itu setelah dewasa?
Era modern, konsep "cantik" semestinya bukan lagi tentang kulit putih, rambut hitam, dan tubuh semampai. Tapi "cantik" adalah tentang karakter. Tentang pembawaan diri dan bagaimana kita merawat apa yang diberikan oleh Tuhan. Perawatan itu perlu ngga sih? Perlu banget. Sangat perlu. Perawatan bukanlah pergi ke klinik kecantikan dan menjalani tahap-tahap "perawatan" dengan obat-obat kimia atau mesin-mesin canggih. Justru akan merusak kecantikan alami kita. Perawatan sesungguhnya telah diberikan oleh Tuhan secara sendirinya. Melalui apa? Sayuran, buah-buahan, kebahagiaan, kesempatan berolahraga, rasa syukur, dan hal-hal positif lainnya. Bukan bahan kimia. Perawatan-perawatan seperti inilah yang perlu kita lakukan. Tujuannya yang pertama kali tentu untuk merawat, bukan mencari kesempurnaan dan agar dipandang oleh b…

UN Bocor

Aku sedih banget deh ini, beneran.
Aku sama temen-temenku kebetulan taunya telat kalo ada bocoran UN jadi ga bisa lapor apa-apa. Dan temenku yang udah tau duluan ada yang diem aja, ada yang takut, ada yang make tanpa sadar, dan ada yang ga berani lapor. Di luar itu, bocoran ini udah diunduh sama banyak siswa hingga dibahas di lembaga bimbingan belajar. Udah sejauh itu loh. Dan anda tahu? Semuanya 100% sama persis sama isi kertas ujian yang ada di meja aku pas UN kemaren. Aku ga ngerti. Sebenernya orang tua jaman sekarang menuntut apa sih dari anaknya? Aku bersyukur orang tuaku ga pernah memaksa aku untuk selalu dapet nilai bagus dan ranking di kelas, yang penting aku paham dan bisa kasih implementasi nyata di masyarakat.
Kalo orang tua nuntut-nuntut anaknya terus, anak jadi merasa kebebani buat "membanggakan orangtuanya". Dan hasilnya apa? Mereka akan menghalalkan segala cara buat dapet nilai bagus. Lalu prosesnya dinilai ga? Enggak. Aku cuma mau bilang aja, jangan sampai m…

I learn to be more faithful

Image
Kalau mau dibilang bodoh, mungkin saya bodoh, dibutakan cinta? Kalau ada yang bilang saya kurang kerjaan, mungkin benar. Tapi saya sedang dalam tahap belajar menyayangi dengan tulus, tanpa mengharap balasan apa-apa. Saya sedang belajar percaya bahwa ketulusan pasti berbuah kebahagiaan. Jika ternyata kelak bahagia itu tidak datang dari dia, saya pun tidak masalah. Mungkin orang lain yang akan mengembalikannya.
Seseorang yang bersama saya sekarang, telah membuat saya sendiri belajar banyak hal. Saya belajar untuk menyayangi dengan seratus persen, saya belajar lebih sabar, bahkan saya belajar menyempurnakan peran saya sebagai perempuan.
Mengapa saya berusaha total dalam menyayanginya? Saya telah memilih dan setiap pilihan memiliki konsekuensinya masing-masing. Dan inilah konsekuensinya: mendampinginya dengan ikhlas. Saya takut menyesal jika tidak ada waktu lagi untuk berbuat sebaik-baiknya terhadap dia. Dan mungkin, saya terlalu malas untuk mengulangi semuanya lagi, memulai dari awal, me…
tulisan ini khusus, sangat khusus, bahkan telah ku pertimbangkan secara matang, akan ku persembahkan untuk orang-orang terbaik yang pernah hadir di masa lalu...hai :)
mungkin sudah berhari-hari
berminggu-minggu
berbulan-bulan
atau mungkin dalam tahun yang telah berganti dengan tahun selanjutnya
kita sudah tak lagi saling berjumpapeople changes
feelings fade
people comes and goes
everything is moving forward
and there's nothing I can do to stop
and if only I could, I wont trythere were...
a lot of worries
a lot of mistakes
a lot of untrusted promises
a lot of doubt
a lot of misunderstandings"I'm sorry for everything..."I mean...
bukan salah kalian, ketika kalian tidak lagi ada dalam hidupku
bukan salahku juga, ketika aku memilih untuk berjalan keluar dari semua kebiasaan-kebiasaan kita
tapi memang, masanya telah habis
telah habis
buku cerita kita telah tamat
telah tamat
dan yang tersisa hanyalah kenangan-kenangan
yang seperti kotak musik klasik
selalu dan akan selalu …

tulisan dikit aja

Ga berani saya ngejelek-jelekin, ngata-ngatain negara sendiri. Even the government, even the laws, even the bureaucracy, dan segala even lainnya, saya ga nyampe hati buat kasih kritik yang pedes-pedes. Mau presiden kita siapa dan gimana kerjanya pun, saya berusaha untuk komentar seperlunya dan hanya komentar jika ada yang tanya.Kenapa?Karena saya ngerasa saya belom kerja banyak buat bantu negara ini makin maju. Belajar masih suka males-malesan, masih suka konsumsi produk impor, masih boros listrik dan air, masih boros kertas, kemana-mana masih naik kendaraan pribadi, bahkan pake mobil cuma keisi jok depan. Entah cuma sama ayah atau sama ibu aja.Bukan apa yang diberikan negara untukmu, tapi apa yang kamu berikan untuk negaramu.Kita dikasih sama Tuhan negara yang makmur. Air bersih, udara bersih, tanah yang subur, pokoknya apa-apa kaya dan terjamin. Sekata-kata orang deh, saya mah teuteup... dibesarkan oleh ibu pertiwi Indonesia. Makan dari hasil bumi dan hidup dari kekayaan alam tanah …

dedaunan

Image
"Daun yang jatuh tak pernah membenci angin, dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan, mengikhlaskan semuanya.Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami, pemahaman yang tulus.Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan. Biarkan dia jatuh sebagaimana mestinya. Biarkan angin merengkuhnya, membawa pergi entah kemana."- Tere Liye, "Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin"Kadang tidak semua pelajaran hidup kita terima dalam bentuk kebahagiaan, justru kita belajar banyak dari yang namanya kegagalan, kesakitan, kekecewaan. Dan kesuksesan adalah bagaimana kita bangkit dari keterpurukan-keterpurukan itu.Selamat memulai pekan yang baru lagi, be an inspiration, always ♡
Image
Sejak sah menjadi siswa paling senior di bangku SMA dan sebentar lagi memasuki masa kuliah, pertanyaan serupa sering terdengar, "Ingin kuliah dimana?" "Abis ini lanjut kemana?" "Ambil UGM?"Sedari kecil, saya selalu punya mimpi untuk keliling dunia, dan entah bagaimanapun jalannya nanti, saya percaya kerja keras yang akan memberangkatkan saya ke banyak kota di dunia. Kehidupan selalu berjalan dan keadaan menjadi semakin dinamis, hingga akhirnya saya sadar bahwa perjalanan itu harus dimulai secepat mungkin, seawal mungkin, mulai dari sekarang. Keinginan untuk melanjutkan sekolah di luar negeri sudah ada di alam bawah sadar saya, hingga pertama kali saya mengajukan beasiswa ke pemerintah Singapura sewaktu SMP dan menjadi kandidat nasional pertukaran pelajar AFS sewaktu kelas 2 SMA, sayang sekali semuanya belum terlaksana sesuai rencana. Tapi saya beruntung telah mendarat dengan selamat di babak akhir seleksi AFS dan dari komunitas ini pula saya mendapatkan p…

berhenti memproduksi keluhan

Terhitung sejak disumpahnya Bapak Joko Widodo dan Bapak Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, saya dan jutaan pendukung pasangan ini pun berganti identitas dari yang semula merupakan relawan pendukung Jokowi-JK menjadi rakyat biasa. Perlu diketahui bahwasanya saya tidak pernah menyesali keputusan saya untuk memberikan dukungan pada Jokowi-JK sebab saya tidak mencari presiden dan wakil presiden yang paling sempurna, namun yang terbaik di antara pilihan yang ada saat itu. Dan akan justru menjadi penyesalan yang besar apabila saat Pemilu kemarin saya memutuskan untuk jadi bagian dari masyarakat golongan putih. Karena dengan demikian, saya tidak akan memiliki hak untuk menuntut capres-cawapres pilihan saya. Saya tidak berhak menuntut keinginan saya agar dikabulkan, karena I did not even vote!My beloved readers, kita semua perlu mengingat satu hal. Pemimpin yang dilambungkan oleh suara rakyat, bukan tidak mungkin dapat jatuh oleh suara rakyat juga. Pendukung m…

kembali menemukan kebahagiaan

betapa beruntungnya saya, dilahirkan di tengah-tengah keluarga yang mau mendengar dan mendukung keinginan saya, terutama juga mengajarkan bagaimana untuk selalu memelihara semangat dan rasa syukur meski di tengah-tengah keterbatasan.

keluarga saya bukan keluarga yang sedari awal berdiri di atas. kami membangun segalanya dari bawah: ayah saya, ibu saya, dan saya, kami pernah ada pada kondisi tidak seberuntung sekarang. segala pengalaman dan kenyataan masa kecil ketika semuanya belum senikmat sekarang mendasari kesadaran saya yang perlahan muncul: kerja keras mengantarkan kita pada kesuksesan, tapi... lalu apa?

saya yakin setiap orang mengidentifikasi sebuah kata "sukses" dengan persepsi mereka masing-masing. banyak uangkah? memiliki rumah mewahkah? mengendarai kendaraan mahalkah? menenteng tas bermerekkah? identifikasi-identifikasi ini tidak salah. tiap individu memiliki pendapat berbeda. namun bagi beberapa orang, "sukses" tidak sedangkal itu.

saya diajari sejak k…
Image
Anakmu bukanlah milikmu,
mereka adalah putra putri sang Hidup,
yang rindu akan dirinya sendiri.Mereka lahir lewat engkau,
tetapi bukan dari engkau,
mereka ada padamu, tetapi bukanlah milikmu.Berikanlah mereka kasih sayangmu,
namun jangan sodorkan pemikiranmu,
sebab pada mereka ada alam pikirannya sendiri.Patut kau berikan rumah bagi raganya,
namun tidak bagi jiwanya,
sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan,
yang tiada dapat kau kunjungi,
sekalipun dalam mimpimu.Engkau boleh berusaha menyerupai mereka,
namun jangan membuat mereka menyerupaimu,
sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur,
ataupun tenggelam ke masa lampau.Engkaulah busur asal anakmu,
anak panah hidup, melesat pergi.Sang Pemanah membidik sasaran keabadian,
Dia merentangkanmu dengan kuasaNya,
hingga anak panah itu melesat jauh dan cepat.Bersukacitalah dalam rentangan tangan Sang Pemanah,
sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat,
sebagaimana dikasihiNya pula busur yang mantap.-Kahlil Gibran
Image
Hal terbaik di seluruh dunia adalah saat kita membuka usaha, kita juga menawarkan lapangan pekerjaan untuk orang lain, terutama menggugah rasa kemandirian para perempuan untuk berjuang bagi diri mereka sendiri.
Kebahagiaan yang mereka sampaikan adalah kehangatan bagi hati saya. Karena tidak ada yang lebih membahagiakan di samping melihat orang yang kita sayangi bahagia. Terutama jika kita adalah alasan dari kebahagiaan itu.Happy Tuesday. Jadilah inspirasi & kebahagiaan untuk sesama, hari ini dan seterusnya..
saya percaya, hidup harus jadi bermakna
bukan hanya sekadar mampir ngombe
bukan hanya sekadar diisi ala kadarnya
bukan hanya untuk dijalani seturut air mengalir

saya percaya, hidup di masa sekarang adalah hal terpenting
bukan di masa lalu
bukan juga di masa depan
hidup adalah tentang jiwa yang seratus persen menyadari dan mensyukuri keberadaannya saat ini

saya tahu, kenyataan tidak selalu berbanding lurus dengan apa yang kita teorikan
tapi kenyataan selalu dihasilkan melalui proses kehidupan dan pilihan-pilihan
hasil terbaik akan lahir dari perjuangan yang terbaik dan proses belajar terbaik
apa yang kita dapat sekarang, tak pernah jauh dari apa yang kita lakukan dulu

seseorang berkata pada saya, "tidak perlu mencemaskan masa depan, tidak perlu mencemaskan apa yang belum dapat kau tanggung. jangan pernah berpikir mendambakan hasil terbaik dan jadi nomor satu, tapi lakukan apa yang dapat kau lakukan sekarang dengan seratus persen cinta di dalamnya."

dan ya, saya percaya.

pandangan tentang keperempuanan

Image
Kemarin siang sambil mengerjakan kegiatan toko seperti biasa, saya sempatkan buka media sosial Path untuk sekadar mengintip timeline inner circle saya: sahabat, my lover, dan saudara-saudara. Karena saya rasa belum ada update dan feed yang cukup menarik, saya non-aktifkan inner circle dan menemukan seorang teman mengunggah sebuah video. Saya tidak segera menontonnya karena masih banyak hal yang harus saya kerjakan. Tapi sebelumnya saya sempat menekan tombol 'save', karena caption yang diberikan sepertinya cukup menarik, tentang against violence.
Dua hari berselang dan malam ini, saya teringat tentang video yang sudah saya unduh dari Path. Saya sempatkan menonton, dan... ya, ada sih air mata yang sempat saya seka sedikit hehehe. Sedikit, kok.

Video ini menarik dan pesannya tergambarkan dengan cukup baik. Mengesankan. Tidak banyak orang yang memiliki persepsi yang matang mengenai kekerasan terhadap perempuan.

Oke sebelumnya, disini saya akan bilang dulu kalau saya bukanlah seora…
Image
Ketika ada yang bertanya,
kenapa saya harus sekolah tinggi-tinggi
kenapa saya harus belajar kerja keras sejak usia muda
kenapa saya punya cita-cita besar
kenapa saya membaca buku tebal-tebal
kenapa saya menulis sastra
kenapa saya ingin keliling dunia...
"Perempuan seharusnya 3M: macak, manak, masak"
"Perempuan tidak perlu sekolah tinggi-tinggi, cari aja suami yang kaya"Everyone's looking for their rich husband but one day I'll be a rich wife for my husband. (UN aja belom HAHAHAH)Kalau kata Mba Dian Sastro (((mba))) (((sok kenal))), "Perempuan cerdas akan melahirkan anak-anak cerdas pula".Happy weekendddd!♡♡♡