Wednesday, February 18, 2015

tulisan dikit aja

Ga berani saya ngejelek-jelekin, ngata-ngatain negara sendiri. Even the government, even the laws, even the bureaucracy, dan segala even lainnya, saya ga nyampe hati buat kasih kritik yang pedes-pedes. Mau presiden kita siapa dan gimana kerjanya pun, saya berusaha untuk komentar seperlunya dan hanya komentar jika ada yang tanya.

Kenapa?

Karena saya ngerasa saya belom kerja banyak buat bantu negara ini makin maju. Belajar masih suka males-malesan, masih suka konsumsi produk impor, masih boros listrik dan air, masih boros kertas, kemana-mana masih naik kendaraan pribadi, bahkan pake mobil cuma keisi jok depan. Entah cuma sama ayah atau sama ibu aja.

Bukan apa yang diberikan negara untukmu, tapi apa yang kamu berikan untuk negaramu.

Kita dikasih sama Tuhan negara yang makmur. Air bersih, udara bersih, tanah yang subur, pokoknya apa-apa kaya dan terjamin. Sekata-kata orang deh, saya mah teuteup... dibesarkan oleh ibu pertiwi Indonesia. Makan dari hasil bumi dan hidup dari kekayaan alam tanah air saya sendiri.

Kira-kira seperti itu hehehe...

Sunday, February 8, 2015

dedaunan

"Daun yang jatuh tak pernah membenci angin, dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan, mengikhlaskan semuanya.

Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami, pemahaman yang tulus.

Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan. Biarkan dia jatuh sebagaimana mestinya. Biarkan angin merengkuhnya, membawa pergi entah kemana."

- Tere Liye, "Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin"

Kadang tidak semua pelajaran hidup kita terima dalam bentuk kebahagiaan, justru kita belajar banyak dari yang namanya kegagalan, kesakitan, kekecewaan. Dan kesuksesan adalah bagaimana kita bangkit dari keterpurukan-keterpurukan itu.

Selamat memulai pekan yang baru lagi, be an inspiration, always ♡