Sunday, March 29, 2015

I learn to be more faithful

Kalau mau dibilang bodoh, mungkin saya bodoh, dibutakan cinta? Kalau ada yang bilang saya kurang kerjaan, mungkin benar. Tapi saya sedang dalam tahap belajar menyayangi dengan tulus, tanpa mengharap balasan apa-apa. Saya sedang belajar percaya bahwa ketulusan pasti berbuah kebahagiaan. Jika ternyata kelak bahagia itu tidak datang dari dia, saya pun tidak masalah. Mungkin orang lain yang akan mengembalikannya.
Seseorang yang bersama saya sekarang, telah membuat saya sendiri belajar banyak hal. Saya belajar untuk menyayangi dengan seratus persen, saya belajar lebih sabar, bahkan saya belajar menyempurnakan peran saya sebagai perempuan.
Mengapa saya berusaha total dalam menyayanginya? Saya telah memilih dan setiap pilihan memiliki konsekuensinya masing-masing. Dan inilah konsekuensinya: mendampinginya dengan ikhlas. Saya takut menyesal jika tidak ada waktu lagi untuk berbuat sebaik-baiknya terhadap dia. Dan mungkin, saya terlalu malas untuk mengulangi semuanya lagi, memulai dari awal, mencari kenyamanan pada orang yang baru... Mencari memang tidak akan ada habisnya. Lantas, bukankah akan lebih baik jadinya jika saya mensyukuri apa yang telah ada sekarang, menjaganya, dan memberikan seratus persen diri saya?
Mencari yang lain memang mudah, mengapa kita tidak mencoba yang lebih sulit... being faithful, misalnya?

Thursday, March 12, 2015

tulisan ini khusus, sangat khusus, bahkan telah ku pertimbangkan secara matang, akan ku persembahkan untuk orang-orang terbaik yang pernah hadir di masa lalu...

hai :)
mungkin sudah berhari-hari
berminggu-minggu
berbulan-bulan
atau mungkin dalam tahun yang telah berganti dengan tahun selanjutnya
kita sudah tak lagi saling berjumpa

people changes
feelings fade
people comes and goes
everything is moving forward
and there's nothing I can do to stop
and if only I could, I wont try

there were...
a lot of worries
a lot of mistakes
a lot of untrusted promises
a lot of doubt
a lot of misunderstandings

"I'm sorry for everything..."

I mean...
bukan salah kalian, ketika kalian tidak lagi ada dalam hidupku
bukan salahku juga, ketika aku memilih untuk berjalan keluar dari semua kebiasaan-kebiasaan kita
tapi memang, masanya telah habis
telah habis
buku cerita kita telah tamat
telah tamat
dan yang tersisa hanyalah kenangan-kenangan
yang seperti kotak musik klasik
selalu dan akan selalu ku putar ketika aku rindu
ketika aku rindu...
dan rindu...

hingga suatu saat aku akan lupa pada rindu itu
hingga suatu saat akan ada orang-orang baru yang datang dalam kehidupan kalian, sama seperti orang-orang baru yang mengisi cerita hidupku selanjutnya
hingga suatu saat kita semua saling menyadari bahwa frekuensi kita tidaklah sama lagi
bahkan mendekati pun tidak

namun,
terima kasih banyak telah menciptakan banyak momen tak terlupakan, kenangan indah, kebahagiaan yang berkesan, dan perasaan yang tidak mungkin dapat aku jelaskan.
aku harap kalian akan selalu berbahagia,
kini, esok, selamanya.
semoga kita dapat saling dipertemukan lagi dalam lain putaran waktu selanjutnya
entah dalam persimpangan atau persinggahan sejenak
entah dalam sebuah pertemuan tidak disengaja
entah dalam kesempatan yang lama ditunggu

entahlah, kapanpun itu...
a bientot! :)