Sunday, May 17, 2015

International Day against Homophobia and Transphobia

Gay atau bukan, saya rasa ga akan berpengaruh banyak sama kualitas dan kinerja seseorang. Pejabat straight banyak yang korup, tentu lebih ga banget dibanding artis gay yang berkarya dan beramal bagi banyak orang.
Menyimpang dari agama?
"Bagimu agamamu, bagiku agamaku". Orientasi seksual seseorang TIDAK ADA hubungannya sama sekali dengan agama yang dianut. Kadang memang kita perlu melongok ke dalam diri masing-masing sebelum meneriaki orang lain.
Dan menjadi gay bukan sebuah pilihan, sama seperti kebanyakan orang yang terlahir straight, apakah kita memilih untuk jadi straight? No, we didn't.

It's the International Day against Homophobia and Transphobia. We stand with everyone fighting against discrimination and their equal rights.

We're all human. All equal.

Tuesday, May 5, 2015

Mba Veyo & flat shoes kupu-kupu


One of the most inspiring woman I've ever met is my lovely Mba Anik Ve Sulistiyani Sasongko. Aku pernah cerita ya, aku pernah kehilangan sahabatku, Agnes, karena kanker? Nah Mba Veyo ini adalah sosok yang memotivasi sahabatku hingga saat-saat terakhir hidupnya. Mereka kebetulan sama-sama mengidap kanker yang sama, kanker tulang.

Mba Veyo ini juga yang ngajak aku pertama kali untuk ambil bagian di dunia kanker anak, dunia yang awalnya asing banget buat aku.

Sekarang, Mba Veyo masih aktif jadi motivator di RSUD Sardjito, Yogyakarta, keliling-keliling kota juga (ngukur dalan atau mengukur jalan kalo kami bilangnya, saking banyaknya waktu yang dihabiskan di jalan), dan sudah banyak sekali teman-teman yang disemangati oleh Mba Veyo. Mba Veyo selalu punya keinginan-keinginan mulia untuk adik-adik penderita kanker, ia juga salah satu inisiator Yayasan Kasih Anak Kanker Jogja.

Seminggu yang lalu aku tawarkan sepatu batik buat Mba Veyo, kebetulan Mba Veyo juga suka banget pakai batik. Mba Veyo langsung pilih batik oranye kupu-kupu, binatang favoritnya. Kupu-kupu menginspirasi Mba Veyo untuk hinggap dimana-mana, memberi warna pada hidup orang yang ditemuinya, dan selalu berkarya meski dalam keterbatasan.

Kalian juga bisa bantu adik-adik penderita kanker melalui Mba Veyo, langsung hubungi kami aja ✨

Monday, May 4, 2015

How to start? #MarketeensID

Hai! Maaf ingkar janji, I supposed to post this yesterday but I was too busy so yeah, so sorry 😞

Okay, let's get start it!
First lesson is, "How to start?".
Ini adalah pertanyaan utama yang paling banyak diutarakan sama temen-temen yang mau memulai bisnisnya. Banyak yang udah punya ide bagus, tapi bingung mau mulai darimana, mau merealisasikan bagaimana... Banyak yang udah punya bayangan, tapi konsepnya belom jelas, tujuannya masih jangka pendek. Oke, kalian tau ga, bikin bisnis itu gampang banget. Kalian bisa bikin warung di depan rumah, bantu orang melakukan suatu pekerjaan dengan dibayar, bahkan part time di kios-kios kecil, itu juga bisnis. Gampang, kan? Tapi, bikin bisnis yang jangka panjang, bisa jadi investasi, dan modal masa depan... nah itu yang menantang! Dan kalian pilih mana? Selamanya kerja keras dengan penghasilan stagnan atau penghasilanmu meningkat terus hingga akhirnya pensiun usia dini, dan besok tua ga khawatir lagi sama kerepotan dana ini-itu? Pasti yang kedua, kan? Nah, buat dapetin itu semua, ga ada yang instan. Selalu ada proses dan pengorbanan untuk mencapai kesuksesan yang kamu dambakan. Mau sukses? Ayo, mulai dari sekarang. Tentu ga ada kata terlambat, usia berapapun adalah kebaikan. Namun, kenapa ga kita mulai sejak dini aja?

Buat bisnis yang punya umur panjang, it's challenging. I didn't say it's difficult lho ya hehehe, buang kata-kata negatif dari hidup kamu, itu step pertama ☺ Loh, beneran, Na? Iya, beneran. Tantangan seorang pebisnis, baik marketing maupun entrepreneur, pasti bakalan banyak banget ke depannya. Kalo kamu terus melihara hal-hal negatif, pasti yang dateng kamu juga hal-hal negatif.

Saking menantangnya, memikirkan konsep dan rencana bisnismu ke depan, harus sematang mungkin, loh. Inget 3 masalah pokok ekonomi modern?
 • What: apa yang akan kamu produksi,
 • How: bagaimana cara memproduksinya, dan
 • For whom: siapa target pemasaran atau pengguna jasa kamu.

What.
Kamu bisa mulai menjual atau memproduksi barang atau menawarkan jasa sesuai hobby kamu, kesukaan kamu, passion kamu. Ini hal paling dekat sama kamu dan yang kamu paham betul. Jadi, ke depannya, aku harap kamu bisa enjoy saat melakukan pekerjaan kamu. Karena buat apa sih kita kerja dengan penuh tekanan? Stress? Pasti hasilnya juga ga bakal semaksimal yang kamu harapkan. Kamu seorang gitaris band? Kamu bisa mulai dengan hal-hal yang berhubungan dengan perantara jual-beli gitar bekas, gitar bertandatangan, atau jual pick gitar yang unik-unik. Atau, bisa juga lihat sekitar kita, peluang is everywhere! Ibumu seorang penjahit? Coba deh bikin kerajinan dari perca, yang belom pernah ada sebelumnya. Pake internet kan? Cari ide dari Pinterest, segudang!
See? Semudah itu kok kalo mau mikir barang apa yang akan mulai kamu bisniskan. Biasanya, setelah nemu "What", kalian akan dipertemukan dengan masalah ekonomi modern yang kedua, yaitu...


How.
Gimana cara dapetin modalnya? Gimana cara muter modal? Gimana cara bikin barangnya? Pake tenaga kerja apa engga? Pake bahan apa aja? Hahaha, "How" ini emang biasanya paling lama buat dipikirin, karena kita mikir mulai dari kualitas hingga kuantitas, produk hingga service, dan bahkan Cash on Delivery (COD) atau shipping (pengiriman via kurir) pun udah harus dipikirin dari awal. Untuk kamu yang bener-bener mulai dari awal, tanpa modal, tanpa ilmu sama sekali... pokoknya bener-bener nol, tenang aja. Dulu aku juga gitu. Pak Chairul Tanjung yang sekarang punya Trans Corp dan Bu Susi Pudjiastuti Menteri Perikanan dan Kelautan dulu juga gitu. Pokoknya ga boleh kecil hati, peluang is everywhere! Opsi pertama, pinjem modal dari orangtua atau orang yang kalian percaya. Tapi, aku pribadi kurang menganjurkan hal ini kalau kalian tipe orang yang:
• ga suka dikejar deadline,
• ga suka diperintah,
• ga suka dimonitor, dan
• ga suka dikejar-kejar.
Karena dear my friends, bisnis adalah bisnis dan keluarga adalah keluarga. We have to be professional, kalau kita ga mau menyimpan rasa pekewuh atau rasa ingin balas budi nantinya. Dan aku yakin, orang tua kalian pasti bakal lebih bangga kalo kalian mulai semua dengan modal sendiri ☺ Terus cara ngumpulin modalnya gimana, Na? Gampang banget, peluang is everywhere! Menyisihkan uang jajanmu? Menjadi reseller di toko favoritmu? Itu cuma salah dua cara yang paling banyak dipakai oleh mereka yang mau mulai pakai modal sendiri. Aku prefer pake cara yang kedua, mungkin karena aku orangnya boros dan paling susah disuruh nabung. Celengan dan rekening jebol mulu, investasi aja baru mulai umur 18 ini hahaha... Jadi reseller atau dropshiper itu gampang banget! Banyak toko yang mengizinkan kalian buat share foto barang dagangan mereka, dan bahkan ngasih discount khusus kalau kalian berhasil menjual barang itu, meski kadang-kadang ada target penjualan tertentu. Ga masalah! Inget, kita cinta challenges! Makin ditantang, makin demen! Nah, kalian bisa share foto barang itu mungkin ke lingkungan terdekat kalian dulu. Ask your customers to pay their bills first, baru deh kalian transfer ke suppliernya. Tanpa modal kan? Nanti, keuntungan-keuntungan itu kalian tabung, buat jadi modal bisnis impian kalian! ☺ Untuk kualitas, jadikan prioritas. Dan sementara untuk kuantitas barang, sebaiknya menyesuaikan dulu saat kalian memulai bisnis. Kalo udah mulai berjalan, baru tambah terus targetnya! Jangan pernah puas sama apa yang udah kalian dapetin, challenge yourself!  Untuk tenaga kerja, kalo baru mulai sih ga usah macem-macem cari pegawai dulu. Kalian kudu jadi aktif di masa-masa awal bisnis kalian jalan, buat monitor langsung tentunya. Dan selalu inget, apapun yang kalian lakukan, bagaimanapun challengingnya suatu fase, SERVICE IS NUMBER ONE. Buat materi selanjutnya yah ini, kita bakal bahas, kenapa sih service atau pelayanan itu penting banget dan kenapa bad mood itu haram 😉

For whom.
Emang sih, untuk awal-awal buka bisnis, pasti akan menantang sekali rasanya: menemukan pangsa pasar yang tepat, menemukan komunitas, menentukan segmentasi... Tapi tenang, hukum alam akan banyak bantu kamu disini. Itulah, kenapa konsep kamu harus matang. Karena kalo kamu udah matang, prinsip kamu ga akan goyah, dan yang mendekatimu nanti adalah benar-benar orang yang niat, bukan cuma mau hit and run atau nanya-nanya doang 😝 Misal kamu jual tas branded, nih ya. Harga udah jelas, standar tas branded. Segmen udah jelas, misal katakanlah mamah-mamah muda sosialita yang gemar arisan. Nah, kalo udah kaya gitu, apakah bapak-bapak lansia yang jarang keluar rumah bakal mampir ke toko kamu? Ga mungkin itu ga ada, tapi probabilitasnya sangaaaat kecil. Itu hukum alam. Mereka yang ga berkepentingan akan tereliminasi. Kalo udah kaya gitu, enak. Kamu bisa fokus buat memasarkan produk kamu ke lingkungan tertentu aja, ga perlu buang-buang tenaga buat nawarin produk ke konsumen yang ga punya daya beli. Tapiiiiii...... tidak menutup kemungkinan kalau kamu punya produk yang menjangkau semua kalangan. Contohnya, cokelat khas sebuah daerah. Siapa sih yang ga makan cokelat? Dari anak-anak sampai orang tua pun beli, yang di daerah itu pun beli buat oleh-oleh, begitu juga dengan pelancong yang berkunjung. Bisnis yang menjangkau semua kalangan resikonya cukup besar (sedikit lebih lelah karena harus memasuki konsumen semua kalangan, yang kadang ga jelas daya belinya kuat apa enggak), tapi kalau kamu berhasil, kamu bisa jadi pionir. Dan ini yang lagi aku kembangin buat konsepnya Little Luna, one stop service. Ya ada fashion Nusantara buat semua umur, makanan lokal buat semua kalangan... pokoknya ingin merangkul segala lapisan.

Oke, segini dulu. Kita sambung besok yah!

Sunday, May 3, 2015

Ujian Nasional SMP ✨

Seingat saya, Ujian Nasional SMP adalah salah satu penentu terbesar dalam hidup saya sejauh ini. Saya adalah tipikal orang perfeksionis, dan kadang hal ini justru jadi bumerang bagi saya sendiri. Saya selalu ingin memberikan usaha terbaik saya, hingga hasil akhirnya pun nanti akan sesuai dengan yang diharapkan. Sewaktu SMP, saya ingat betul penyesalan saya ketika tidak berhasil masuk ke SMP idaman saya waktu itu, dan berniat "balas dendam", masuk ke salah satu SMA favorit di Yogyakarta.
Tuhan mencipta dan menghendaki semua indah pada waktunya. Mungkin memang waktu itu saya belum sedewasa sekarang, sehingga Tuhan tidak mengabulkan keinginan saya semudah itu. Keinginan saya baru terkabul di SMA ini, ketika akhirnya saya berhasil masuk ke SMA 8 Yogyakarta, yang semakin meningkatkan kualitas saya sebagai manusia.
Semakin saya renungkan, memang benar adanya jika hasil akhir akan selalu sesuai dengan proses.

Ibu-ibu... edukasi formal hanya bertugas untuk mengantarkan anak anda menjemput impiannya. Besok UN SMP akan dilaksanakan, tentu kita mengharap hasil yang terbaik. Namun, apabila jika hasil yang didapat belum sesuai harapan, teruslah semangati putra-putri anda. Percayalah, saya pernah merasakan betapa terkekangnya saya ketika kecil dipaksa untuk mempelajari hal yang tidak saya sukai.
Saya tahu, keinginan orangtua adalah anaknya mendapatkan yang terbaik. Namun, terbaik menurut orangtua belum tentu terbaik bagi anak. Jika putra-putri anda belum berhasil di satu bidang yang anda harapkan, doronglah ia untuk berprestasi di bidang kesukaannya yang lain. Nilai dalam rapor memang perlu, namun pemahaman dan implementasi saya kira adalah hal yang utama dalam pendidikan.

Semoga sukses untuk adik-adik sekalian, sukses berarti bahagia dengan apa yang kita kerjakan. Semoga semua selalu ingat bahwa Tuhan selalu melihat proses kita. Bukan hasil akhir. Dan jangan lupa, selalu lawan ketidakjujuran, integritas negara ini adalah prioritas nomor satu.

Selamat memulai pekan yang baru!✨

Friday, May 1, 2015

Introducing #MarketeensID

Aiiiih, such a wonderful week for me! Everything is perfect in His time, really. Kamis aja deh: dari pagi masih diberi kesempatan untuk bangun pagi, lalu pergi ke Royal Ambarrukmo untuk menerima piagam entrepreneur, dan ditutup dengan kegembiraan ulang tahun Wina yang ke delapan belas, hampir semua sahabatku dateng semua. I'm soooo blessed! Alhamdulillah for every single thing.

Dan yang menyempurnakan kebahagiaanku, adalah dengan melihat teman-teman sedikit banyak mulai menyadari peranan entrepreneurship bagi diri mereka sebagai kaum muda. Bangga sekali dengan kesadaran dan minat yang mulai tumbuh itu. Teman-teman juga ada yang aktif banget chat ke aku, nanya-nanya soal bisnis dan kiat-kiat memulai kegiatan entrepreneur. Nah, karena rata-rata pertanyaannya sama, sepertinya aku akan mulai rutin bahas di blog ini tentang young entrepreneurship. Selain biar pertanyaan yang sama ga diulang-ulang, tentu juga biar temen yang lain pada ikutan belajar, ga cuma yang private chat ke aku aja. Bakal aku kasih label #MarketeensID, aku harap bakal berguna buat temen-temen yang mau mulai bisnis, marketing, investasi, atau bahkan menarik minat kalian yang sebenernya cuma mau baca atau kepo-kepo aja :p Gapapaaaa, kepo bermanfaat kan ga salah!

Sekian ya, semoga bisa aku mulai tulisan pertamaku di #MarketeensID besok siang ;)