Posts

Showing posts from December, 2015

Between the politics and the meditation

Sekitar Mei 2015 saya mengikuti sebuah rangkaian kegiatan spiritual (meditasi retreat) yang terbuka bagi publik dengan latar belakang keyakinan apapun, meski saat itu mengambil tempat di Brahmavihara Arama, Bali, yang merupakan tempat ibadah para pemeluk agama Buddha. Kegiatan ini bernama Kidung Kasih Sayang dan biasanya terbagi dalam beberapa kali pelaksanaan dalam satu tahun, waktu itu saya ikut yang kelas remaja. Berangkat seorang diri, memantapkan hati, menghabiskan sekitar hampir seminggu untuk juga menjelajahi daerah Bali Utara. Jujur itu mungkin kali pertama saya menjamah daerah Bali Utara karena sebelum-sebelumnya, di telinga saya, Bali adalah Kuta, Ubud, Bedugul, dan daerah-daerah wisata lainnya. Agak kagok, karena perencanaan dan pelaksanaan kurang sejalan, sehingga mengakibatkan pembengkakan juga di segi biaya saat berwisata karena ternyata, dsana tidak terdapat angkutan umum yang memadai (dan daerahnya sangat naik turun jadi lebih tidak mungkin lagi untuk berjalan kaki dar…

Urip kuwi kudu urup

Berkali-kali saya merenungkan, dan berkali-kali pula nihil yang saya dapatkan, saat saya berusaha memahami apa yang sebenarnya terjadi dalam hidup manusia di masa ini. Terkadang hidup berjalan terlalu rumit untuk dimengerti: ada waktu dimana kita sanggup mengontrol, kadang kita hanya sanggup untuk mengikuti, tapi tak jarang juga kita tertatih-tatih.

Hidup tidak pernah statis. Selalu ada atas dan bawah, awal dan akhir, alpha dan omega. Mungkin, pada awalnya, mungkin, maksud hidup tidaklah serumit itu. Bahagia, bermanfaat, mengalir. Mungkin, itu adalah esensi awalnya. Tapi semakin kesini, semakin tidak jelas. Ada yang menggunakan hidupnya untuk urusan dunia semata, ada yang bahkan tidak tahu bagaimana cara menghidupi hidupnya. Tak jarang orang semacam itu menjadi perangkap bagi dirinya sendiri: hidup, tapi tak hidup. Bernyawa, tapi seakan mati. Bernafas, tapi jiwanya redup.

Hidup tidak selalu menyenangkan. Manusia seperti kita, kadang perlu ditegur dengan kesedihan agar kita ingat untuk…

Guess how much I love books?

Image
Manusia dengan usia produktif tentu punya banyak tanggung jawab dan pekerjaan. Apalagi kalau manusia itu adalah seorang (calon) mahasiswa, seorang anak perempuan, seorang wiraswasta, dan entahlah saking bundet ruwetnya kadang nggak bisa dideskripsikan dengan label tertentu. Perkara mencari uang dan ilmu di sektor formal memang nggak akan ada habisnya, mengingat tanpa kedua hal tersebut pun mustahil untuk hidup dalam taraf berkecukupan, setidaknya menurut standar saya hehehe. Kegiatan-kegiatan yang sangat duniawi ini kalau nggak diimbangi dengan hal yang menentramkan jiwa tentu akan berakibat fatal, contohnya saya: kurang tidur, kurang makan, kurang piknik, dan akibatnya pun kurang waktu untuk mikir jodoh. Errrr, nggak juga ding, yang terakhir hahahaha. Perempuan keren nggak akan pusing-pusing mikir jodoh, camkan ya :p
Saya pribadi, berusaha untuk mencari jalan aman dengan berolahraga secukupnya dan sebisa mungkin mengonsumsi makanan bergizi seimbang serta detoksifikasi. Karena untuk ca…