Posts

Showing posts from 2016

Bahagia Itu Sederhana

Image
Ada hal lucu-lucu, menyenangkan, hingga menegangkan yang terjadi selama saya tinggal sendirian di negara orang. Mungkin kuliah di negara lain buat kebanyakan orang adalah hal biasa, tapi buat saya yang kurus kering kerontang dan tak berbudget banyak, tentu jadi pembeda dari kebanyakan itu. Pernah saya disangka mau mengantar kakak oleh satpam kampus karena badan saya kan, ukurannya relatif mungil jika dibandingkan dengan teman-teman di kampus yang tinggi-tinggi. Lalu, bertahan hidup dengan budget kurang dari Rp 2.000.000,00 sebulan, untuk semua keperluan dapur, rumah tangga, langganan transportasi, dan alat tulis, saya yakin tak semua orang mampu, karena saya pun ngos-ngosan, hahaha... Tapi, bisa nggak? Ya dilihat saja sendiri, sejauh ini saya masih hidup kok, karena kuncinya: berkecukupan, bukan berlebihan.

Lalu, saya mau cerita tentang menjaga dan mengukur diri, nih. Seringkali, ketika saya berkomunikasi dengan teman-teman atau kerabat di Indonesia, mereka sering mengatakan, "H…

Asyana Bicara: Tantangan Kuliah di Luar Negeri

Image
Kuliah di luar negeri? Siapa yang tak mau? Tak cuma ilmu dari perspektif berbeda yang bisa kamu dapatkan, tapi kamu juga akan menghadapi banyak situasi baru yang pasti akan membuatmu 'dipaksa' keluar dari zona nyaman. Karena tak mungkin dihindari, maka pertanyaannya sekarang adalah, siapkah kamu menghadapi tantangan-tantangan ini?

Tantangan #1: Kangen Indonesia!
Kalau dipikir-pikir, memang kesempatan kuliah di luar negeri tentu hanya akan diberikan pada mereka yang pintar beradaptasi. Aturan pertama: jangan manja atau cengeng soal perut, deh. Prinsip kami yang kuliah di luar negeri, sejauh makanan itu layak konsumsi dan bergizi (dan tak menguras kantong tentunya, hehehe), sikat aja! Tapi tak jarang ada yang rela memasak karena tak cocok dengan makanan setempat dimana dia kuliah, mungkin juga ingin berhemat, atau mungkin tak banyak pilihan kedai murah meriah untuk mahasiswa. Nah, situasi yang mengharuskan kita beradaptasi inilah yang kadang membuat rindu akan makanan Indonesia ya…

Tinggal di Lille, Prancis: Studio

Image
Memenuhi kebutuhan primer selama hidup di negara orang, kadang memang tak mudah. Ada beberapa tantangan tersendiri, utamanya saat menemukan kendala berkat adat istiadat yang berbeda antara di Tanah Air dan di tanah perantauan.

Jangan khawatir, jangan pernah. Jangan pernah biarkan tantangan-tantangan menjadi distraction untuk fokusmu.

Saya ingin cerita sedikit tentang pengalaman saya berburu tempat tinggal, bagaimana waktu itu sangat sulit mencari tempat tinggal yang cocok di hati hingga akhirnya saya super kerasan di tempat tinggal yang kini saya huni.

Sejak awal menyiapkan persyaratan administrasi untuk visa pelajar, saya hanya mencantumkan alamat hotel dan AirBnb sebagai tempat tinggal sementara sebelum mencari tempat tinggal tetap. Ya simply karena saya belum berhasil mendapatkan tempat tinggal yang cocok.

Di Prancis, kemudahan untuk mengakses informasi tentang tempat tinggal sebenarnya membuat kita bisa memesan tempat tinggal hingga sebelum keberangkatan. Ada beberapa jenis tempat…

Asyana Bicara: Ilmu Parenting

Image
Bukan karena sebagai seorang perempuan saja, lalu saya memiliki concern pada bidang tumbuh kembang anak dan remaja, namun juga sebagai seorang mahasiswi yang bercita-cita untuk kelak ambil bagian dalam diplomasi kenegaraan. Jauh sebelum saya menemukan keterkaitan antara dua bidang ini, saya terlebih dulu dicekoki beragam pengetahuan mengenai dunia anak dan remaja oleh lingkungan sekitar saya, mengingat Ibu saya adalah seorang ibu rumah tangga sekaligus wanita karier, yang berarti memiliki dua sudut pandang berbeda sebagai seorang perempuan, yang beberapa pemikiran dari kedua sudut pandang tersebut sering diceritakannya pada saya sebagai anak perempuannya. Mirip seperti kalimat mutiara,
When you teach your son, you teach your son's son. (The Talmud) Karena beliau percaya, perempuan mengemban tongkat estafet pendidikan generasi penerus baik dalam keluarga maupun dalam masyarakat, yang tentu akan berdampak dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Terlihat terlalu 'wah', tapi p…

Toussaint Trip to Amsterdam (1)

Image
Cerita perjalanan kali ini bermula dari akun Instagram program talkshow favorit saya Mata Najwa yang mengunggah poster Mata Najwa Goes to Netherlands, membuat saya waktu itu langsung pesan tempat tanpa pikir panjang. Ya iyalah, gratis dan pulang membawa banyak inspirasi, siapa yang tak mau? Sekali datang, langsung berjumpa dengan beberapa idola pula: Mba Nana, Kang Emil, Pak Ganjar, dan Prof Rhenald.





Lalu selanjutnya saya berburu tiket untuk pergi ke Amsterdam. Sebenarnya saya tak perlu berpikir terlalu jauh, sih. Sembilan puluh sembilan persen kemungkinan saya akan bertolak dengan bus, kecuali kereta api super cepat memberikan harga 10 euro sekali jalan yang mana kemungkinannya sangat kecil, ya satu persen sisanya itu, hahaha. Untuk bepergian selama dua kali ke Paris dan sekali ke Amsterdam kemarin, saya selalu menggunakan OUIBUS, dengan pertimbangan harga yang efisien bagi traveler nyambi mahasiswi seperti saya. Ada beberapa pilihan lain dengan rentang harga yang sama, seperti BlaB…

Merantau ke Benua Eropa

Image
Setelah sekian lama sekali tidak menulis, ternyata saya rindu juga! Begitu banyak cerita yang sebenarnya bisa disampaikan, terutama karena saya baru saja bermigrasi ke Benua Eropa, berikut masa-masa adaptasi yang juga terjadi, mungkin hanya saya alami sekali seumur hidup. Nuansa baru, relasi baru, pandangan dan pemikiran baru, sedikit demi sedikit hal-hal ini makin memperkaya pola pikir saya. Hidup di rantau ternyata tak selalu ada dalam frekuensi yang stagnan. Ada halang rintang, ada senang-senang. Semua lengkap saya rasakan, semua kejadian saya pahami betul-betul, agar kiranya dapat mengambil hal baik dan mengikhlaskan hal buruk demi waktu yang masih terus berjalan.
Merantau ke Benua Eropa bukan hanya sebagai perwujudan mimpi masa kanak-kanak, akan tetapi juga jadi sarana penyalur berkat dari dan bagi banyak orang. Keberhasilan sepasang kaki ini melangkah keluar dari Bandara Charles de Gaulle bukan hanya karena kerja keras Asyana semata, tapi juga orang-orang yang berada di belakan…

Ini Untuk Kamu, Yang Sedang Merasa Gagal

Coba sebutkan satu saja nama seseorang yang anda tahu persis, belum pernah menemui satu kegagalan pun dalam hidupnya. Bisa? Sama, saya juga tidak :)
Bahkan Bill Gates pernah melewati beberapa fase yang lazim disebut “kegagalan” oleh banyak orang: dropout dari Harvard University dan pernah bekerja untuk salah satu perusahaan yang kemudian gulung tikar.
Albert Einstein baru bisa berkomunikasi lisan pada usia 9 tahun dan sempat ditolak untuk melanjutkan pendidikan di salah satu politeknik terkemuka di Zurich.
Thomas Alva Edison berhasil mempelajari seribu kesalahannya dalam menciptakan bola lampu, hingga akhirnya kemudian berhasil menemukan formula yang tepat pada percobaan yang ke seribu satu.
Dan saya, ah saya. Nama saya belum sebesar nama-nama di atas dan karya saya belum dikenal oleh banyak orang. Tapi tentu saja, seperti orang-orang lainnya, saya pernah juga mengalami beberapa pembelajaran yang mungkin bisa disebut sebagai kegagalan. Dan saya juga tidak selalu berada dalam kondisi …

Kenapa Sebuah Negara Harus Punya Kaum Perempuan Yang Cerdas?

Sudah sekitar beberapa tahun belakangan pikiran saya sering dipenuhi dengan materi-materi gender, feminisme, kekerasan dalam rumah tangga, kesejahteraan keluarga, dan lain-lain. Pertama-tama perlu saya utarakan bahwa saya bukan seorang feminis. Saya tidak menyukai semua hal yang dilakukan secara berlebihan dan eksklusif: ekstrimis, feminis, sosialis, dan -is -is lainnya. Saya hanya melakukan apa yang saya anggap bermanfaat bagi orang banyak, tanpa perlu membeda-bedakan. Karena kadang semua hal yang berlebihan itu tidak baik dan tidak jarang menyinggung kepentingan kelompok berlebihan lainnya, menjadi awal mula dari kerenggangan dalam masyarakat.

Saya pribadi tidak setuju dengan feminisme yang berlebihan, sejatinya manusia diciptakan semuanya setara, tidak ada yang mendominasi atau menjadi minoritas. Pun juga menurut ajaran kitab suci beberapa agama, manusia perempuan pertama diciptakan dari tulang rusuk manusia laki-laki pertama supaya saling setara dan mengasihi, bukannya diciptakan d…

Gimana Caranya Kuliah S1 di Prancis?

Image
NOTE: Baca artikel ini dulu, in English, jangan malas ya ^^ http://www.thelocal.fr/20150918/2513
Haiiii, terima kasih masih setia menunggu tulisan saya yang bener-bener sesuka hati banget munculnya hahahah *pede banget*

Waktu saya nulis ini, dunia lagi kisruh bahas Ujian Nasional Berbasis Komputer yang (seperti biasa) bocor (atau sengaja dibocorkan), 10 WNI yang disandera di Filipina, sengketa Laut China Selatan yang ga tau akan selesai kapan, Uang Kuliah Tunggal beberapa perguruan tinggi yang (dianggap) makin mencekik asas kerakyatan, dan tentu saja bocornya Panama Papers. Aaaanddd... here I am. Masih berjuang sendirian di tengah-tengah kekisruhan-kekisruhan tadi, berjuang untuk tetap fokus, berjuang pakai kacamata kuda, karena kalau kebanyakan komentar, nanti justru urusan pribadi saya yang terbengkalai. Hahaha emang dasarnya perempuan banyak cakap :p

Jadi post ini saya memutuskan untuk sedikit cerita pengalaman saya mengenai studi saya besok, maaf mungkin yang berpikir tulisan say…